(Bunda Cekatan) Manajemen Keuangan Keluarga-Ringkasan Kuliah

(slide pembuka)
Kesulitan mengatur keuangan:
--> Banyak pengeluaran tidak terduga
Orang yang sibuk biasanya lebih merasa mempunyai waktu luang.
Kita hidup bagaikan berjalan di garis start menuju garis finish. Ada banyak cara dan jalan menuju ke garis finish.
(ilustrasi banyak cara menuju garis finish)
Tentukan garis finish, sehingga jelas arah tujuannya. Targetnya menjadi jelas.
contohnya kalau tahu garis finis, jadi arah perjalanan lebih jelas
Tentukan titik start, sesuai arus kas, neraca, asuransi, dan rencana karir.
Pedoman pembuatan arus kas

Form arus kas
panduan pengisian arus kas
Perbandingan antara yg dpt gaji bulanan dan penghasilannya tidak tetap.
Bila kita berada di zona nyaman, itu seperti Fenomena anak yg disteril. Kalau dikasih makanan dr luar, langsung sakit. Beda kalau mereka tidak terlalu steril.
Begitu juga kita, kadang kita perlu sedikit pemacu untuk tidak hidup terlalu nyaman, biar ga kaget kalau ada masalah.
Arus kas bisa diterapkan untuk anak. Kita bisa mjd bibi titi teliti untuk segala pemasukan dan pengeluaran anak. Diajarkan perencanaan keuangan sejak kecil, begitu bisa komunikasi, kenalkan dengan uang. Kelas 3, biasanya udah paham dikasih duit. Saat itu mulai diajak melatih membuat arus kas.
Perencanaan keuangan sejak dini membuat anak belajar memikirkan bila akan menghabiskan uang.
Pedoman pembuatan neraca
Harta: supaya kita bersyukur
Hutang: supaya kita waspada
Pedoman perencanaan asuransi
-Bisa dikosongin kalau tidak percaya asuransi, atau mau fokus ke investasi.
-Berhati-hati  pada perputaran dana produk investasi atau asuransi anda. Jangan sampai terjebak dana haram, karena nanti tidak barokah, apalagi untuk tabungan pendidikan.
Cash flow for muslim
biasanya...
Potret Cash Flow pada umumnya
Pada umumnya, saat ada pemasukan, kita serta merta menghabiskannya untuk kebutuhan hidup, ada lebih dikit ditabung, masih ada lebih baru bayar hutang, dan seringnya uang habis sebelum sanggup membayar zakat.
seharusnya...
 
Saat mendapat pemasukan, langsung pasang filter, pastikan itu halalan Thayiban. Langsung sisihkan untuk ZIS, karena itu hak Allah SWT. Setelah itu tunaikan hak orang lain(hutang). Selanjutnya gelontorkan untuk hak sendiri masa depan(investasi,asuransi). Terakhir, barulah hak sendiri sekarang.
Maksimalkan hak Allah SWT. Niscaya akan dilipat gandakan.
Orang yang baik : Mendapatkan pemasukan dari yang baik, Membelanjakan seperlunya dan menyisihkan untuk masa depan.
Pandai-pandailah menikmati hidup. Biarpun makan ikan asin, buatlah suasana bahagia dan tidak menganggap itu penderitaan.
Pengelompokan pengeluaran:
  1. Hak Allah
  2. Hak orang lain
  3. Hak sendiri (masa depan)
  4. Hak sendiri (masa kini)

a. Ingatlah untuk menghabiskan gaji di awal bulan
Jangan menyisakan gaji!
b. Zakat adalah prioritas pertama(orang tua-sodara-tetangga-baru ke orang yang jauh).
Zakat dan sedekah paling pertama disisihkan!
c. Cicilan motor, prioritas kedua setelah zakat. Karena resiko tinggi. Ada resiko hutang semakin membengkak bila tidak segera dibayar. lebih parahnya bisa dipolisikan loh...
Prioritas kedua, ga mau ditagih-tagih debt collector kan?
d. Hak investasi masa depan: bisa asuransi atau asuransi, prioritas ketiga.
e. Pos pengeluaran seperti belanja dapur prioritas terakhir karena nominalnya bisa fleksibel.
Habiskan saja gajimu! Seperti filosofi sumur, kalau tidak dikuras, maka airnya segitu-gitu aja, sumurnya kotor dan bau pula. Maka, habiskan airnya. Bagi-bagi ke tetangga. Kuras sumurnya, niscaya air sumur menjadi bersih, isi sumur bisa maksimal, ga tertutup lumut, dan tidak berbau lagi.
Uraian Alokasi Perencanaan Keuangan
Zakat sekitar 2,5-10%(semakin banyak semakin bagus)
Cicilan : 30% (semakin kecil semakin bagus)
Tabungan : <10% (semakin banyak semakin bagus)
Pengeluaran bulanan: 40-60% (semakin kecil semakin bagus)
Tanya Jawab (penting disimak):
1. Biaya pulang kampung dan Biaya sekolah: masukin ke hak masa depan/ tabungan
2. Bila ada musibah, dan dana kesehatan tidak mencukupi, pinjam alokasi hak masa kini dan masa depan (investasi). Kedepannya, rombak lagi pengaturan alokasi keuangannya,agar tujuan perencanaan keuangan tetap berjalan stabil, sesuai rule di atas. Jangan mengurangi hak Allah dan orang lain.
4. Tidak perlu biaya tak terduga, karena itu bahaya. Sebaiknya kalau ada kelebihan, masukkan ke investasi.

    Simpanlah uang tidak dalam bentuk uang(emas, tanah) agar tidak termakan inflasi.

Views: 965

Comment by Iin Churin'in on December 8, 2013 at 2:29am

Trims atas share ilmunya ya bunda

Comment by ummu fauzan on December 8, 2013 at 12:24pm
Bagus mba ardiba, lengkap nih. Terimakasih
Comment by yayuk sri rahayu on December 9, 2013 at 4:44am

Terima kasih resumenya ya mbak..lengkap dan kereen:-)

Comment by Sumarni on December 10, 2013 at 7:05am

bagus mbak, bagaimana caranya untuk menampilkan slide bu septi, pakai apa ya mbak?

Comment by ardiba rakhmi sefrienda on December 10, 2013 at 8:48am

maaf baru online lagi. semoga bermanfaat bu, terutama yang ga sempat ikut kuliah dan nonton rekamannya. cara menampilkan slidenya dengan tmbol "print screen" bun, terus saya save sbg jpeg di paint. setelah itu upload gambar seperti biasa.

Comment by elyn amalia sukmawati on December 11, 2013 at 12:27pm

Comment by elyn amalia sukmawati on December 11, 2013 at 12:28pm

kerennnn bunda bermanfaat banget,gak bisa ikut kuliah online resumenya sangat membantu sekali

Comment by Sumarni on December 13, 2013 at 10:38pm

Bu septi, kenapa ya tombol like FB nya tdk bekerja. Saya mau membayar hutang janji utk menyebarkan materi2 kuliah online nya lwt FB. Tapi sayang tdk bisa...

Comment by Sumarni on December 13, 2013 at 10:38pm

Terima kasih mbak ardiba atas jawabannya nanti saya coba...

Comment by ummu fauzan on January 25, 2014 at 4:13pm

mba, boleh ijin copas ke blog saya??

Comment

You need to be a member of Ibu Profesional to add comments!

Join Ibu Profesional

Award

Internet Sehat Bronze

Bronze Blog ISBA 2012

The BEST ICT for Education KNGA 2013

Penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan Dan Perindungan Anak RI 2013

Big 15 Komunitas Perempuan se Indonesia pilihan Koran JAWA POS 2013

Members

Blog Posts

Belajar Menjadi Muslimah Profesional

Posted by septi peni wulandani on February 4, 2016 at 9:30pm 0 Comments

Belajar Menjadi Muslimah Profesional

Oleh : Naila M Tazkiyah

Pagi itu, saya tercenung agak lama di depan daftar panjang pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini, dari antar jemput anak, berbagai urusan sosial dan organisasi, update laporan bulanan keuangan keluarga, masak, dan tetek bengek lainnya.…

Continue

Alhamdulillahirrobbil alamiin

Posted by putrialfarini on February 4, 2016 at 4:57pm 0 Comments

Alhamdulillahirrobbilalamin dipertemukan dengan komunitas ibu profesional. semoga ke depan bisa menjadi profesional mother yg bermanfaat untuk suami, anak, keluarga, lingkungan, sahabat, negara dan agama. aamiin

Mengenal komunitas ibu profesional seperti menemukan semangat baru, pemikiran baru, pemahaman baru, semoga melahirkan kebiasaaan2 dan prilaku2 baru yang positif. aamiin

Alhamdulillah hari ini 6 Februari 2016 anak saya , Dave Fitra Tama (8 th) mulai belajar blogging…

Continue

Laporan kegiatan Milad ke-4 Ibu Profesional dan Launching Buku Bunda Produktif IIP Padang

Posted by Yulianti on January 1, 2016 at 3:14pm 2 Comments

Bismillahirrahmanirrahim....

Alhamdulillah .... wasyukurillah...Talk show dan Launching Buku dalam rangka Milad ke-4  Ibu Profesional telah sukses dilaksanakan oleh IIP Padang pada tanggal 20 Desember 2015....

Setiap akan ada cara seperti ini rasanya deg-degan gimana gitu...pasalnya pada saat briefing persiapan di grup WA tidak begitu banyak respon,di tambah lagi sebagian bunda yang biasa ikut kuliah online banyak yang berhalangan hadir. Terselip rasa ragu di hati tetapi “ the…

Continue

Laporan Launching Buku Bunda Produktif di Bandung

Posted by Shanty dewi arifin on December 24, 2015 at 4:47pm 1 Comment

Launching buku ke-4 Institut Ibu Profesional berjudul Bunda Produktif, Catatan Ikhtiar Menjemput Rizki (J&J Publishing, 2015) di Bapusibda Bandung, diselenggarakan bertepatan dengan Hari Ibu 22 Desember 2015 yang juga ulang tahun ke-4 Institut Ibu Profesional (IIP). Sebuah ontologi dari 25 ibu-ibu yang tersebar di berbagai kota, berbagi pengalaman di tatar produktif bagi orang lain diluar keluarga. Mereka berbagi cerita…
Continue

Photos

Loading…
  • Add Photos
  • View All

© 2016   Created by septi peni wulandani.   Powered by

Badges  |  Report an Issue  |  Terms of Service