Talents Mapping bersama Abah Rama: Resume Webinar

Bertemu langsung dan menimba ilmu dari pakar di bidangnya sungguh merupakan kesempatan emas yang semakin membuat saya mencintai kehidupan saya saat ini. Merekalah yang membuat saya ingin meloncat dan bermimpi lagi lebih tinggi.

Kali ini Institut Ibu Profesional diajak bertemu dengan Pak Rama Royani atau yang lebih beken dipanggil Abah Rama. Mantan direktur utama lima perusahaan yang mengaku selalu sariawan sepanjang tiga puluhan tahun karirnya ini dengan murah hati membagikan ilmunya tentang Talents Mapping. Pemetaan Bakat.

Memetakan bakat bagi banyak orang mungkin merupakan pekerjaan awang-awang. Menemukan bakat saja sudah sulit, apalagi memetakan, bukan? Ternyata, itu tidak hanya terjadi di Indonesia. Menemukan bakat adalah masalah universal manusia. Belum lagi bicara passion. Hmmm...for your info, data dari Abah Rama menunjukkan 93% orang ternyata bekerja tanpa berdasarkan bakat. Tak heran jika status atau celetukan Thanks God Its Friday sering sekali mampir di wall Facebook atau update BBM. Hihihihi

Tapi begitulah, Abah Rama mengutip hasil penelitian Tal Ben Shahar bahwa terdapat tiga kelompok gaya bekerja orang berdasarkan motivasinya.
Gambar

Semua orang tentu ingin berada di kelompok Panggilan dan memetakan bakat merupakan salah satu langkah penting untuk menuju posisi tersebut.

Pertemuan saya dalam Kuliah Umum Talents Mapping bersama Abah Rama pada 29 Maret 2013 lalu mempertemukan saya dengan penemu Strength Typology (ST-30) yang memang terbukti sangat cepat -- tidak sampai 10 menit -- membantu kami mengenali diri kami lebih jauh.

Gambar

Abah Rama menjelaskan bahwa sebenarnya ada dua sumber bakat yang dimiliki setiap manusia, yaitu panca indera dan sifat. Sifat di sini tentu saja sifat yang positif, sehingga istilah "berbakat malas" dan sejenisnya tentu saja menjadi tidak relevan. Nah, bakat berupa sifat inilah yang terkadang terabai dan kecenderungan yang terjadi selama ini adalah mendefinisikan bakat sebagai kelebihan panca indera yang dimiliki seseorang. Misalkan: memasak, olah raga, berkebun, dsb. Ternyata sifat senang memimpin, mengajar, meneliti, dsb juga merupakan potensi kekuatan lho!

Bakat berupa sifat positif (teratur, senang meneliti, pekerja keras, penyayang, dsb) dengan penanganan yang benar akan berubah menjadi potensi kekuatan untuk dioptimalkan. Dalam istilah Abah Rama, kekuatan akan muncul jika  memenuhi apa yang beliau sebut sebagai 4E, yaitu Enjoy, Easy, Excellent, dan Earn. Keempat E tersebut harus terpenuhi jika ingin memunculkan kekuatan dalam diri seseorang.

Nah, jika kita sudah mampu memetakan bakat kita, kita akan diarahkan untuk mengkategorikan diri kita sesuai panduan yang diperolah dari hasil penelitian Abah Rama secara intensif. Strenght Typhology juga membantu mengarahkan kepada jenis-jenis profesi atau kegiatan apa yang cocok berdasarkan temuan bakat seseorang. Oiya, semua orang bisa kok menggunakan tools yang Abah rama ciptakan tersebut dengan mengakses www.temubakat.com dan mengisi dengan cepat plus apa adanya form yang ada di web tersebut.

Webinar kali ini adalah versi online kuliah umum tema yang sama bersama Abah Rama dimana versi kopi daratnya sudah terlaksana tanggal 29 Maret 2013 pagi hari di School of Life Lebah Putih. Salut banget buat Abah Rama yang tetap bersemangat tinggi di usia sepuhnya. Tanya jawab di webinar pun luar biasa hidup karena peserta tak hanya datang dari Salatiga. Depok, Tangerang, Jakarta, Malang, dan banyak lagi (saya sampai nggak sempat menyapa satu per satu hadirin webinar. Hehehe).

Hal menarik yang beberapa kali Abah Rama sampaikan adalah tentang mimpi beliau mengaktifkan gerakan Pramuka di tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dengan 45 aktivitas berdasarkan talents mapping yang beliau rumuskan. Mengapa? Karena semakin banyak seseorang distimulasi dengan beragam aktivitas semenjak dini, maka bakat panca indera maupun sifatnya akan lebih cepat melejit dan diarahkan ke arah yang sesuai. Sehingga, istilah salah jurusan, salah pekerjaan, dan salah pasangan (eh?) akan sangat jauuuh berkurang. Kejadian "sariawan" berpuluh tahun yang dialami Abah Rama (dan mungkin kita juga) tidak menjadi fenomena publik.

Pramuka dipandang sebagai sarana pendidikan yang tepat karena seluruh ativitas Pramuka dikemas dalam bentuk permainan ataupun aktivitas menyenangkan lainnya oleh founding fathernya. Saya ingat sekali bagaimana kami dulu belajar tentang sandi, benda-benda di sekitar kami, berteman, team work, menalukkan rasa takut, dan buanyak hal lainnya lewat ajang seru bernama Pramuka.

Sayangnya, Pramuka jaman sekarang sudah jauh sekali berbeda dengan jaman saya dulu.  Permainan seru ini itu sudah jauh berkurang dan terasa hanya sekadar formalitas kurikulum yang wajib diisi. Ini adalah PR besar bagi kita semua bukan?

Sumber: http://nikentfalimah.wordpress.com

Views: 983

Comment by septi peni wulandani on March 31, 2013 at 7:18pm

siap menyemarakkan pramuka lagi kakak! 

Comment by Widi Astuti on April 8, 2013 at 7:12pm

Wah senengnya yang bisa ikut acara Abah Rama....padahal dari dulu saya sudah pingiiiiin banget ikutan acara talent mapping, tapi qadarullah orang rumah lagi pada sakit.... ya sudah saya ngisi temu bakat-online self discovery aja :-) semoga next time bisa ikutan, amin

Comment

You need to be a member of Ibu Profesional to add comments!

Join Ibu Profesional

Award

Internet Sehat Bronze

Bronze Blog ISBA 2012

The BEST ICT for Education KNGA 2013

Penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan Dan Perindungan Anak RI 2013

Big 15 Komunitas Perempuan se Indonesia pilihan Koran JAWA POS 2013

Members

Blog Posts

QOLBUN SALIM

Posted by Ummu Nihana on October 21, 2014 at 12:56pm 0 Comments

Tidaklah seorang hamba ditimpa sebuah siksaan yang lebih besarnya hati dan jauh dari Allah.(Fawaidul Fawaid, hlm.262)

SEDEKAH JUMU'AH BERJAMAAH.

Posted by siti aminah on October 21, 2014 at 10:55am 1 Comment

  

Berawal dari obrolan ringan pada waktu membuat keset di rumahnya mbak Santi, ide ini muncul. Aku dan mbak Dewi yang duduk bersebelahan sedang bercakap-cakap:

Mbak Dewi : "Bu Mien gimana kalau Bunda Shaliha bikin project keluar."

Bu Mien     : "Ide bagus Mbak, gimana kalau project-nya di jadikan bukti bahwa Bunda shalihah bisa eksis."

Mbak Dewi : "Itu lo mukena bersih yg sudah dijalankan mbak Neneng pribadi kita lanjutkan aja."

Bu Mien  …

Continue

Keset Karya Ibu Keren

Posted by Susanti on October 21, 2014 at 8:00am 0 Comments

keset-keset ini menurutku tuch keren banget. mulai dari asal bahan-bahan pembuatnya, para pembuatnya wahhh keren-keren abis, bagaimana keset ini di jual sampai untuk apa hasil penjualan keset-keset ini bener-bener amazing dech.

bahan pembuatan keset ini adalah dari baju-baju sumbangan donatur yang awalnya adalah untuk event Garage Sale ibu Profesional Part II-Peduli Palestina. setelah event ini selesei di gelar ternyata masih menyisakan baju-baju bekas yang lumayan banyak, baju-baju…

Continue

MENDIDIK ANAK LAKI-LAKI SEBAGAI CALON IMAM KELUARGA TANGGUH

Posted by septi peni wulandani on October 21, 2014 at 12:00am 6 Comments

"Mendidik satu anak laki-laki sama dengan membangun sebuah peradaban, karena mereka adalah calon imam keluarga, calon pemimpin peradaban. Ketika kita mendidik mereka mereka dengan benar, maka kita sedang berkontribusi untuk munculnya  "khairu ummah"(ummat terbaik) yang terdiri dari keluarga-keluarga dahsyat, yang dipimpin…

Continue

Videos

  • Add Videos
  • View All

Photos

Loading…
  • Add Photos
  • View All

© 2014   Created by septi peni wulandani.

Badges  |  Report an Issue  |  Terms of Service