5 Inspirasi dari RA Kartini untuk Perempuan Indonesia di Era Digital

Ibu kita Kartini Putri sejati Putri Indonesia Harum namanya. Ibu kita Kartini Pendekar bangsa Pendekar kaumnya Untuk merdeka. Wahai ibu kita Kartini Putri yang mulia Sungguh besar cita-citanya Bagi Indonesia.

Siapa yang tidak hafal dengan penggalan lirik lagu tersebut? Lagu yang setiap tanggal 21 April menjadi seperti lagu wajib untuk diperdengarkan pada hari itu.


Lagu itu berjudul "Ibu Kita Kartini" yang di ciptakan oleh W. R. Supratman untuk mengenang R. A. Kartini. Selain itu Presiden Soekarno juga mengeluarkan instruksi berupa Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964 yang berisikan mengenai penetapan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional dan menetapkan hari lahir Kartini yaitu 21 April diperingati sebagai Hari Kartini hingga sekarang.


Penghargaan-penghargaan yang ia dapat didasarkan oleh perjuangannya sebagai seseorang yang berjuang atas pemenuhan hak-hak dan kebebasan otonomi wanita.

Perjuangannya tersebut begitu berdampak hingga sekarang.


Jika tidak ada tokoh seperti R. A. Kartini mungkin saja kini kita -kaum wanita tidak memiliki hak untuk belajar hingga perguruan tinggi, tidak mempunyai hak untuk berpendapat, dan juga tidak mempunyai hak untuk mengaktualisasi diri.


Maka dari itu kini yang bisa kita lakukan untuk mengenang dan menghargai perjuangannya adalah menjadikan R. A. Kartini sebagai salah satu tokoh inspirasi untuk terus upgrade kualitas diri setinggi mungkin.


Momentum itu juga mengingatkanku tentang sifat R. A. Kartini yang bisa menjadi inspirasi untuk kita melangkah, yaitu:


Gemar Belajar dan Membaca

Dengan gemar belajar dan membaca R. A. Kartini menjadi memiliki wawasan yang luas dan terbuka akan isu yang ada.


Memiliki jiwa sosial yang tinggi

R. A. Kartini memiliki jiwa sosial yang tinggi ditandai dengan berjuang untuk pemenuhan hak wanita dan juga anak didiknya yang berasal dari keluarga menengah kebawah.


Pribadi yang sederhana, santun dan berbaur dengan siapapun

Meskipun R. A. Kartini seorang yang terlahir dari keluarga bangsawan tidak serta merta membuat ia berperilaku seenaknya, ia juga tidak memberikan batasan dirinya dengan masyarakat pribumi lainnya. Dari segi penampilan, R. A. Kartini tidak bermewah-mewahan atas apa yang ia miliki, kesehariannya ia berpenampilan sederhana namun tetap anggun.


Menghormati orang tua dan suami.

Setiap keputusan orang tuanya meskipun berbeda pendapat, R. A. Kartini tidak pernah menentang dengan sebuah hardikan, begitu pun sikap R. A. Kartini pada suaminya.


Optimis dan Gigih

Dalam memperjuangkan tujuannya yaitu pemenuhan hak-hak wanita, R. A. Kartini berani untuk mendobrak peraturan yang telah lama ada dan optimis bahwa keputusannya akan berdampak besar untuk perubahan kehidupan kaumnya.


Optimisme itu juga ditunjukkan dengan kutipan yang ia tulis yaitu "Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu, tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri."


Dalam prakteknya pada era digital di tengah pandemi ini, perjuangan yang telah diusahakan oleh R. A. Kartini menjadikan banyak wanita menebar karya positif dan menginspirasi sesuai dengan peran serta passion yang ia miliki melalui berbagai platform digital.

Salah satu bukti nyata tersebut ialah yang dilakukan oleh Member Ibu Profesional di berbagai komponen.


Di tengah pandemi mereka berkarya dan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang ada.

Member Ibu Profesional yang tersebar di seluruh Indonesia juga Asia dan Efrimania mengaktualisasi diri sesuai dengan yang ia sukai, bidang jasa dan usaha berkontribusi di Kipma, saling berbagi ide dari hobi melalui rumah belajar di Kampung Komunitas, membuat riset dan jurnal di RCIP, belajar untuk terus menjadi diri yang lebih baik terhadap setiap perannya di Institut Ibu Profesional dan juga berkegiatan sosial di Sejuta Cinta Ibu Profesional.


Perjuangan Kartini dan kecanggihan teknologi semakin memudahkan kita untuk terus berkarya dan berbagi inspirasi positif berdasarkan bidang yang kita bisa atau sukai.

Sesuai dengan kutipan yang pernah ditulis R. A. Kartini "Tahukah engkau semboyanku? ‘Aku mau!’ Dua kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata ‘aku tiada dapat!’ melenyapkan rasa berani. Kalimat ‘aku mau!’ membuat kita mudah mendaki puncak gunung."


Selamat mengaktualisasi diri dengan bahagia para Kartini Masa Kini.


Diajeng PDn


45 views0 comments

Recent Posts

See All

Tetap Sehat di Hari Lebaran

Tak terasa, sepenggal ramadhan sudah berlalu tanpa dapat kita hadang ya Mom’s. Syawal sudah melambai dengan senyum yang mengembang. Hari lebaran yang dinantikan umat sebentar lagi kembali bertandang d

Bersama Menjawab Tantangan

Era digital ditandai dengan konversi dari sistem kerja serba manual menjadi berteknologi digital. Dalam hal ini tidak hanya elektronisasi, tetapi juga dukungan jaringan komunikasi antar komputer yang