• Admin

Inspirasi Meningkatkan Kecerdasan Anak

Updated: Aug 6, 2019

Setiap orang tua pasti mendambakan anaknya tumbuh sehat dan cerdas secara optimal. Berbagai cara tentunya telah dilakukan oleh para orang tua dari memberikan nutrisi yang sehat, melakukan tes minat atau bakat pada anak, memasukkan anak di kursus yang sesuai dengan minat anak atau menyekolahkan anak di sekolah yang ternama. Mengapa tidak kita coba beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan oleh orang tua sejak anak berusia sedini mungkin, bahkan sejak dalam kandungan untuk membantu meningkatkan kecerdasan anak. Berikut beberapa hal sederhana yang mampu membantu meningkatkan kecerdasan anak.

1. Memenuhi kebutuhan biologis anak

Tentunya ini adalah faktor yang sangat mendasar yang dibutuhkan seorang anak dalam tumbuh kembangnya baik secara fisik dan mental termasuk kecerdasan anak. Yang pasti harus diperhatikan adalah asupan nutrisi, baik dari makanan dan minuman yang dikonsumsi anak haruslah sehat dan seimbang.

Kebutuhan primer lainnya seperti pakaian dan rumah yang bersih juga harus dipenuhi. Selain itu, imunisasi bagi anak harus diberikan sesuai dengan tahap dan waktu yang sesuai bagi perkembangan anak. Pengobatan tentunya juga diperlukan bila anak menderita suatu penyakit sehingga tidak berkepanjangan.

2. Berikan kasih sayang

Ternyata cinta dan kasih sayang dapat meningkatkan kecerdasan anak. Sebuah penelitian telah mengungkapkan hubungan antara kasih sayang dengan meningkatnya perkembangan otak pada anak.

Lakukanlah interaksi sesering mungkin dengan anak disertai dengan kontak mata. Orang tua juga harus mengenali potensi anak yang tentu berbeda dari saudara kandungnya dan usahakanlah untuk tidak membandingkan karena setiap anak adalah unik.

3. Berikan stimulasi sesuai tahap perkembangan anak

Stimulasi atau rangsangan secara terus menerus sangat dibutuhkan bagi kecerdasan anak. Sejak dalam kandungan pun, ibu sudah dapat memberikan stimulasi pada janin dengan mengelus perut, mengajaknya bicara atau membaca buku, menyanyi, atau memperdengarkan musik klasik.

Tahap perkembangan bayi kurang lebih akan meningkat per 3 bulan. Perlu diingat bahwa anak memiliki waktu untuk berkembang secara alami, jadi orang tua tidak perlu memaksakan bila belum waktunya bagi anak untuk menguasai suatu kemampuan.

Contohnya pada usia 6 bulan, bayi akan belajar untuk duduk jadi orang tua dapat memberikan rangsangan bagi bayi untuk duduk bukan berdiri atau berjalan.

4. Berikan penjelasan sesuai dengan usianya

Anak akan mengalami masa di mana ia akan bertanya berbagai hal atau dikenal dengan fase “apa dan mengapa”. Anak yang ingin tahu dan selalu bertanya sedang belajar untuk mengembangkan kemampuan bahasa dan logikanya. Orang tua harus dengan sabar menjawab segala pertanyaan anak walaupun terkadang sangat sulit untuk dijawab.

Contohnya, bila anak usia 3 tahun bertanya dari mana bayi berasal, orang tua dapat menjawab bahwa bayi berasal dari cinta papa dan mama yang berkembang di perut mama selama 9 bulan lalu lahir ke dunia. Hindari jawaban mengada-ada atau bohong seperti burung bangau yang mengantar bayi kepada orang tuanya.

5. Untuk melejitkan kecerdasan anak, latih kemandiriannya dengan membuat proyek keluarga.

Usia 2 tahun pertama adalah usia yang penting dalam perkembangan anak terutama dalam kemampuan motorik kasar dan halus. Contoh kemampuan motorik kasar adalah duduk, merangkak, berjalan, berlari, melompat, memanjat dan sebagainya.

Sedangkan kemampuan motorik halus berupa mengambil dan memindahkan benda, memegang sendok makan, menulis, mengecat dan sejenisnya. Kemampuan motorik anak dapat dilatih di rumah, selain di sekolah. Ajak anak belajar mandiri untuk makan, minum, memakai sepatu atau pakaian sendiri akan sangat membantu meningkatkan kecerdasan anak.

Agar semua potensi anak dapat tumbuh optimal perbanyaklah kegiatan dengan ngobrol bareng, main bareng dan beraktivitas bareng. Tentunya antara orang tua dan anak. Tuangkan dalam sebuah proyek keluarga (Family Project) dimulai dari hal-hal sederhana.

Proyek sederhana di rumah misalnya:

- Merapikan ruang bermain

- Menghafal ayat Al Qur'an

- Masak bersama

- Membaca buku bersama

- Membuat perpustakaan mini di rumah

- Berbagi makanan

- Memilah sampah di rumah

- Membuat kompos

- Membuat makanan sehat

- Membuat edu toys

- Belajar zero waste

Dan lain-lain, masih banyak lagi. Proyek yang dibuat diusahakan terus meningkat, dari hal sederhana menuju yang lebih besar.

Ajarkan anak untuk punya peran dan tanggung jawab. Sehingga ini akan melejitkan kecerdasan mereka. Sudah pasti, secara tidak langsung meningkatkan bonding orang tua dan anak. Juga melatih anak untuk menjadi problem solver bukan trouble maker. Bahwa hidup harus bermanfaat bagi lingkungan dan orang lain.

Selamat mencoba 5 tips ini yang bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan anak.

Di kelas bunda sayang level 3 dengan tema melatih kecerdasan anak, berikut dua mahasiswi yang terpilih. SELAMAT ya..

Bunda Hosyatul Aliyah dari kelas Depok 1. Fokus dan telaten kegiatan dan pengamatan pada satu persatu anaknya. Meski pada hari yang berbeda. Oleh karena itu terpilih sebagai yang "Terkreatif dan Unik".

Selanjutnya bunda Anna Meiliana Kusumawardani dari kelas Offline Tangsel. Selama menjalankan tantangan T10 pada level 3 ini, bunda Anna sempat khawatir karena memiliki anak yang usianya beragam. 3 tahun, 9 tahun dan 11 tahun. Sempat bingung juga mau bikin proyek apa yang bisa masuk untuk ketiga anaknya. Alhamdulillah, pada akhirnya bunda Anna sukses melakukan projek selama t10 hari dengan mengaplikasikan think simple, plan simple, do simple. Projek itu bukan sesuatu yang mesti besar dan ribet. Yang terpenting ada insight learning yang didapatkan, baik oleh anak maupun orang tuanya. Activity + management organization, itulah yang dilakukan bunda Anna. Peserta kelas salut dengan ibu yang satu ini karena di tengah "kerempongannya" dengan tiga anaknya plus dengan keponakannya yang baru selesai operasi, beliau bisa menjadikan projek sebagai sesuatu yang mengasyikkan, menyenangkan dan produktif.

Dan SELAMAT juga untuk bunda Ika Pratidina, terpilih sebagai "Fasilitator Terinspiratif Level 3". Sebagai mom blogger, tulisan dalam jurnalnya fasilitator-nya mampu menarik hati pembaca. Kreatif, unik dan inspiratif. Kali ini membuat analogi buah-buahan untuk penyemangat mahasiswinya plus tampilan gambar buah-buah segar menambah semangat untuk membaca hingga akhir.

Cek Jurnal Fasilitatornya di: http://azkail.com/kelas-remedial-bunda-sayang-ibu-profesional-detail-414800.html

Semoga terus menebar semangat dan indpirasi untuk semuanya. 💕💕💕 (Setiorini)

Contact us

Email : info@ibuprofesional.com

​​

  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • instagram
  • YouTube Social  Icon
  • Google+ Social Icon

© 2018 by Ibu Profesional. www.ibuprofesional.com All right reserved