top of page

Meski Penuh Perjuangan Ini 6 Tahap Proses Memaafkan Orang Lain

Sebagai makhluk sosial yang berinteraksi dengan manusia lain, ada kalanya perlakuan orang lain tidak menyenangkan bahkan cenderung menyakiti hati IPers. Mendekati hari raya Idul Fitri yang penuh dengan suasana saling memaafkan tentu sedikit banyak mengusik hati IPers yang masih memiliki ganjalan akan kesalahan orang lain.


Meski tidak mudah dan penuh perjuangan, belajar memaafkan orang lain adalah sesuatu yang baik. Bagaimana prosesnya? Yuk, lanjutkan membaca artikel ini!


Mengapa Perlu Memaafkan

Memaafkan bukanlah sesuatu yang mudah, apalagi jika kesalahan yang dilakukan orang lain cukup besar dan membekas di hati. Berikut adalah beberapa alasan untuk memaafkan.


1. Tidak Menzalimi Diri Sendiri

Dilansir dari laman Hellosehat.com, memendam emosi atau sakit hati dapat meningkatkan resiko penyakit kronis, depresi, kecemasan, keinginan bunuh diri, dan menurunkan kekebalan tubuh. Hal-hal tersebut adalah sesuatu yang merugikan bagi diri sendiri.


2. Agar Mendapat Ampunan Allah

Keutamaan memaafkan dijelaskan dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda:

Pintu- pintu surga dibuka pada hari senin dan kamis. Maka akan diampuni semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, kecuali dua orang laki-laki yang terdapat permusuhan antara dia dengan saudaranya. Maka dikatakan, “Tangguhkan oleh kalian kedua orang ini, sampai keduanya berdamai. Tangguhkan oleh kalian kedua orang ini, sampai keduanya berdamai. Tangguhkan oleh kalian kedua orang ini, sampai keduanya berdamai.” (HR. Bukhari, Muslim. –Shahih).


Pada hadis tersebut Rasulullah mengecam umatnya yang tidak berdamai dan tidak saling memaafkan sehingga sampai pada ancaman tidak diampuni dosa-dosanya.


3. Agar Hati Lebih Tenang

Tidak memberikan maaf sama saja dengan membawa beban di hati, sehingga timbul ketidaktenangan karena emosi dan amarah tidak tersalurkan dengan baik.


Hal yang Keliru dalam Memaafkan


1. Memaafkan=Membiarkan

Memaafkan bukan berarti membiarkan perilaku buruk orang lain tersebut, apalagi jika perilakunya melanggar norma hukum dan susila.


2. Memaafkan=Mengampuni

Memaafkan bukan berarti serta merta pelakunya bisa terbebas dari hukuman yang berlaku (jika kasusnya sudah menyangkut hukum), misalnya dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga.


3. Memaafkan=Privilege Bagi yang Menyakiti

Memaafkan bukan pula privilege bagi yang menyakiti, karena urusan pelaku adalah dengan Tuhannya. Sebagai orang yang disakiti adalah bagian IPers untuk memaafkan sesuai anjuran agama.


6 Tahap Proses Memaafkan

Proses memaafkan bukanlah sesuatu yang instan, karena membutuhkan waktu yang tidak sebentar, namun layak untuk dicoba.


tahap proses memaafkan
Ilustrasi saling memaafkan. Sumber: freepik

1. Penolakan

Tahap pertama adalah penolakan, yaitu timbul pertanyaan mengapa IPers mengalami kondisi tersebut, mengapa seseorang tersebut tega melakukan hal yang tidak baik, serta berbagai pertanyaan yang seolah mengungkapkan ketidaksetujuan terhadap perlakuan tersebut. Tahap ini IPers akan memposisikan diri sebagai obyek atau korban.


2. Kesadaran

Tahap berikutnya adalah timbul kesadaran untuk mulai move on dari rasa sakit hati dan kecewa akibat perlakuan yang menyakitkan. IPers sudah tidak mempunyai mental korban, dan saat ini sudah memposisikan diri sebagai subyek yang mempunyai pilihan untuk memaafkan.


3. Penerimaan

Setelah mempunyai kesadaran sebagai subyek, IPers berada dalam kondisi yang meyakini bahwa Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi makhluknya, walaupun manusia perlu waktu untuk memahaminya. Menerima bahwa kondisi yang terjadi tidak luput dari jalan takdir-Nya.


4. Pelepasan

Setelah menyimpan rasa sakit hati dan luka batin, tahap berikutnya adalah pelepasan atau rilis emosi. Proses ini biasanya disebut dengan sesi healing yang dipandu oleh terapis. IPers bisa mendapatkan informasi terkait sesi healing ini dengan mengikuti salah satu program ekosistem Ibu Pembaharu yaitu Alunan Bunda.


5. Pemaafan

Ungkapan pemaafan perlu dilakukan untuk memvalidasi bahwa IPers benar-benar memaafkan, sekalipun tidak bisa melupakan perlakuan tersebut.


6. Penemuan Hikmah

Setelah pemaafan, harapannya adalah hati dan pikiran semakin jernih dan tenang. Selain membantu mereka terlepas dari rasa bersalah, hal ini membuat IPers semakin bersyukur karena mempunyai kelapangan hati untuk memaafkan orang lain, sebuah hal yang sangat berharga.


Hari yang Baru

Demikian 6 tahap proses memaafkan, semoga semakin memudahkan IPers dalam menyambut Idul Fitri dengan hati yang lapang dan semakin tenang, sehingga siap menyambut hari yang baru. (Marlitha/Intrnshp)


Baca juga informasi tentang Ibu Pembaharu.

51 views0 comments

コメント


bottom of page