Saat Ayah dan Anak Turun Bermain, Menguatkan Bonding
BERGEMA “Aku dan Bapakku” di Surabaya Hadirkan Ruang Bermain untuk Menguatkan Bonding Keluarga

SURABAYA, 3 Oktober 2026 — Di tengah kesibukan orang tua dan padatnya aktivitas keluarga, bermain bersama menjadi cara sederhana untuk kembali saling terhubung. Bukan sekadar menghadirkan tawa, permainan memberi ruang bagi ayah dan anak untuk berbicara, bekerja sama, saling menyemangati dan menciptakan kenangan bermakna.
Semangat itulah yang dihadirkan BERGEMA: Aku dan Bapakku – Eratkan Bonding Ayah dan Anak, yang digelar Ibu Profesional Surabaya Madura (IP Suramadu) pada Sabtu, 3 Oktober 2026, di Taman Harmoni, Surabaya. Kegiatan ini didukung The Human Safety Net (THSN) Indonesia dan Ibu Profesional, dengan TEMPO dan CANTIKA sebagai media partner.
Sebanyak 23 keluarga dan 37 anak mengikuti kegiatan yang dirancang sebagai ruang bermain sehat, menyenangkan, sekaligus bermakna bagi ayah dan anak. Di tengah rindangnya pepohonan, indah bunga, air mancur, karya seni serta area bermain Taman Harmoni, keluarga diajak menikmati waktu bersama melalui beragam permainan.

Dari Tepuk Tangan hingga Permainan Ayah-Anak
Sejak pukul 09.00 WIB, suasana Taman Harmoni mulai dipenuhi keceriaan. MC Anik membuka acara dengan sapaan dan tepuk semangat yang mengajak peserta berkonsentrasi dan siap bermain. Kemeriahan semakin terasa ketika BeeBo dan Homi mengajak seluruh peserta menari bersama.
Dalam sambutannya, Sekretaris Regional IP Suramadu, Leska Tariyani, menyampaikan keresahan mengenai semakin tingginya persoalan fatherless dalam pengasuhan keluarga Indonesia. Dari keresahan tersebut, Ibu Profesional menghadirkan BERGEMA: Aku dan Bapakku di sejumlah regional se-Indonesia sebagai ruang dan kesempatan hadirnya keterlibatan ayah dalam kehidupan anak.
Pada kesempatan yang sama, The Human Safety Net (THSN) Indonesia menyerahkan bantuan beasiswa dan learning kit kepada 10 anak dari keluarga yang membutuhkan dukungan.
Perwakilan THSN Indonesia, Stella, menegaskan bahwa setiap anak berhak tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi terbaiknya. THSN dan Ibu Profesional terus berjalan bersama untuk mendukung orang tua serta mengusahakan lingkungan yang baik dan penuh kasih bagi anak.
Harapannya, kegiatan ini menjadi quality time antara ayah dan anak, menambah cerita indah yang bisa dibawa pulang keluarga, serta menjadi ruang tumbuh anak yang manfaatnya terus berkelanjutan.

Empat Pos, Empat Cerita Kebersamaan
Memasuki kegiatan utama, ayah dan anak dibagi menjadi empat kelompok. Mereka berpindah dari satu pos permainan ke pos lainnya hingga seluruh tantangan selesai.
Pos Nature Craft, ayah dan anak berkreasi menyusun daun serta bunga menjadi karakter unik versi mereka. Sementara melalui Catch the Fish, anak-anak belajar menangkap ikan moli mini untuk kemudian dibawa pulang dan dirawat bersama ayah.
Keseruan semakin terasa di Traditional Game bersama Kampoeng Dolanan. Anak-anak mengikuti permainan tradisional seperti lomba laju kelereng dan balap egrang dengan dukungan ayah. Kampoeng Dolanan merupakan komunitas yang berfokus pada pelestarian dan pengenalan kembali permainan tradisional sebagai bagian dari budaya sekaligus upaya menghadapi semakin kuatnya gempuran gadget dan modernisasi.
Sementara itu, Game Merah-Putih, hasil inovasi Tera Saintek Tim PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya), mengajak ayah dan anak mengasah strategi melalui permainan menyusun balok berdasarkan instruksi. Permainan ini dikembangkan dengan merekam pola gerakan dan strategi peserta yang kemudian dianalisis untuk mengukur fungsi kognitif otak.
Yang menarik, permainan tidak hanya menuntut kecepatan. Ayah dan anak harus memahami aturan, berbagi peran, berkomunikasi, serta saling mendukung untuk menyelesaikan misi. Dengan demikian, permainan menjadi ruang alami bagi ayah untuk kembali menjelaskan, mendengarkan, menyemangati, dan bekerja sama dengan anak.
Permainan ini mengingatkan para ayah dengan permainan jaman kecilnya yakni gobak sodor atau benteng-bentengan! Serunya para ayah kini bermain permainan tersebut bersama anak-anak! Mereka mencoba membobol ‘benteng lawan’ dan merobohkan susunan balok, menyusun balok sesuai instruksi. Pokoknya adu strategi dan lihat siapa yang paling cepat!

Saat Ayah Bermain, Ibu Pun Mendapat Ruang Bernapas
Sementara ayah dan anak larut dalam permainan, para ibu mendapatkan kesempatan menikmati me time melalui Mom’s Corner: A Moment To Breathe.
Di bawah rindangnya pepohonan bambu, para ibu mengikuti sesi yoga sambil menikmati udara segar. Ruang ini menjadi bagian penting dari pengalaman BERGEMA: ketika ayah dan anak memperoleh waktu berkualitas bersama, ibu pun mendapatkan kesempatan untuk berhenti sejenak, bernapas, dan memulihkan energi.
Vivi Zulfiana, salah satu peserta, mengaku merasa lebih bahagia dan semakin erat merasakan bonding keluarganya setelah mengikuti kegiatan tersebut. Ia dan keluarganya memang terbiasa bermain bersama di rumah maupun makan bersama di luar.
“Acara ini banyak menginspirasi kami dalam berkegiatan bersama,” begitu jawab ibu Vivi saat ditanya rasa syukur apa yang terbersit setelah mengikuti acara Aku dan Bapakku.
Dari Balap Egrang hingga Komitmen untuk Bermain Lagi
Bagi Amri Syahrial, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa waktu bersama anak perlu sengaja diciptakan. Selama ini, kesibukannya bekerja membuat waktu bermain bersama anak menjadi terbatas. Namun setelah mengikuti Aku dan Bapakku, ia ingin memanfaatkan waktu liburnya untuk lebih banyak bermain bersama anak.
“Karena bermain bersama anak itu seru, terlebih saat bermain lomba balap egrang,” aku Amri.
Cerita berbeda datang dari Nilna, salah satu peserta anak yang begitu menyukai permainan Catch the Fish. Ia senang karena ikan-ikan yang ditangkapnya berukuran mungil dan berwarna-warni. Ikan hasil tangkapannya pun dibawa pulang dan diberi nama. Ketika ditanya bagaimana perasaannya bermain bersama ayah hari itu, Nilna menjawab singkat:
“Senang dan ingin bermain lagi!”
Keinginan untuk bermain kembali menjadi gambaran sederhana tentang keberhasilan kegiatan ini: anak pulang membawa pengalaman, sementara ayah pulang membawa kesadaran bahwa waktu bermain bersama anak dapat menjadi investasi hubungan yang berharga.

Menanam Komitmen di Pohon Kebersamaan
Menjelang penutupan, para ayah diajak membuat komitmen tentang hal-hal yang akan mulai dilakukan atau dilanjutkan untuk menjaga dan merekatkan kedekatan dengan anak. Komitmen tersebut kemudian ditempelkan di Pohon Komitmen yang telah disediakan.
Dari sebuah permainan sederhana, lahir sebuah harapan, agar kebersamaan tidak berhenti setelah selesainya acara.

BERGEMA: Aku dan Bapakku menjadi ruang bagi ayah dan anak untuk bermain, berkomunikasi, bekerja sama, dan menciptakan cerita berkesan dan bermakna yang dapat dibawa pulang. Sebab, bagi anak, kenangan tentang ayah yang hadir dan bermain bersamanya bisa menjadi cerita yang jauh lebih panjang daripada durasi sebuah acara.
Dan setelah Surabaya, petualangan itu akan berlanjut. Homi dan BeeBo akan kembali menyapa ayah dan anak di kota-kota berikutnya.
Sampai jumpa BERGEMA di kota berikutnya! 🐘🐝💛
Penanggung jawab acara: Vindyantika A, CPS, CPT
Media Sosial IG @ibuprofesionalsuramadu





Comments