The Power of Question (Facilitation Skills Training)

Updated: Dec 3, 2017



Rabu, 22 November 2017 saya membawakan materi tentang "The Power of Question" untuk kelas Training for Facilitator Matrikulasi Batch #5 Institut Ibu Profesional.

Pada dasarnya setiap orang memiliki jiwa kepemimpinan. Untuk menjadi fasil yang baik, kita perlu menanamkan bibit-bibit yang bisa menjadikan kita sebagai pemimpin yang baik. Pemimpin yang terus menerus mengembangkan diri dan menggali potensi diri sehingga bisa memberikan pelayanan terbaik dan manfaat sebesar-besarnya bagi yang dipimpin. Lantas, bagaimana langkah kita untuk menggalinya?


BERTANYALAH

Mengapa Manusia Bertanya? Bagaimana Bertanya Itu Dapat Menemukan Solusi?

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang dibekali oleh fasilitas yang begitu lengkap dibandingkan dengan makhluk ciptaan Tuhan yang lainnya. Manusia dibekali akal pikiran oleh Tuhan. Sehingga mereka akan selalu memiliki hasrat ingin tahu. Rasa ingin tahu membuat manusia dapat memecahkan setiap permasalahan dan pemikiran yang ada di dalam benaknya. Apabila rasa ingin tahu ini dapat dimanfaatkan dengan baik maka akan membawa manusia semakin mengerti dirinya sendiri. Lewat rasa ingin tahu membuat manusia mengetahui kebenaran. Makin jauh jalan pikirannya, makin banyak pertanyaan yang muncul. Makin banyak usahanya untuk mengerti. Pikiran yang selalu ingin tahu membuat kita dapat menembus batas penalaran yang biasa kita terima dan akan membongkar setiap detail yang menggerakkan sebuah proses. Semakin kita mengerti detail, maka semakin kita mengerti prosesnya. Hal inilah yang akan membuat kita menjadi lebih produktif. Kita sebagai manusia akan terus belajar lebih banyak saat rasa ingin tahu menyelimuti kita. Kita akan menembus batas-batas pemikiran kita. Semakin banyak yang kita pelajari, semakin banyak pula yang akan kita tahu. Dengan rasa ingin tahu yang kita miliki kita akan melihat berbagai hal dari sudut pandang yang berbeda. Sehingga kita akan selalu memikirkan dan menemukan cara alternatif dalam menyelesaikan masalah yang kita hadapi. Selama manusia dapat mengembangkan rasa ingin tahunya itu dengan cara-cara yang positif, maka ilmunya akan terus berkembang. Dengan bertanya akan memungkinkan kita untuk dapat mendefinisikan masalah dan harapan dengan jelas. Penelitian menjadi lebih produktif. Komunikasi tim menjadi lebih baik. Selain itu, memungkinkan kita untuk dapat melihat tantangan secara proaktif.


Manfaat Bertanya

Manfaat yang anda dapatkan ketika anda bertanya dengan baik antara lain:

* Memupuk kemampuan berpikir kritis

* Meningkatkan rasa percaya diri

* Meningkatkan kreativitas

* Memperkuat hubungan/kemitraan

* Membangun kepercayaan

* Melatih ingatan

* Mengembangkan kemampuan komunikasi lisan

* Mendorong untuk berlatih mendengarkan dengan baik

* Mendorong orang lain untuk bertanya

* Membuat diskusi menjadi lebih hidup dan produktif

* Membuka pikiran Anda terhadap pendapat/keyakinan orang lain

* Melindungi Anda dari membuat kesalahan

* Membuat pekerjaan menjadi lebih produktif

* Membuat solusi menjadi lebih efektif

* Membawa Anda ke penemuan baru

* Membantu Anda membuat pilihan/keputusan yang lebih baik


Menerapkan Kaidah 5W1H

PERTANYAAN KIPLING menjadi salah satu analisa pemecah masalah yang baik, yang melibatkan pemikiran investigasi.

Pertanyaan yang ditemukan oleh Rudyard Kipling ini berupa enam pertanyaan yang juga disebut sebagai analisa (5W+1H) yang terdiri dari beberapa pertanyaan sebagai berikut:

1. What? = Apa?

2. Who? = Siapa?

3. Where? = Di mana?

4. When? = Kapan?

5. Why? = Kenapa?

6. How? = Bagaimana?

Enam pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan yang dapat membantu memecahkan masalah dan memicu ide-ide. 


Memaksimalkan Kekuatan Bertanya Dalam  Menemukan Solusi

Good Leaders Ask Great Questions

Gunakan pikiran dan gagasan untuk menemukan hubungan antar bagian dalam masalah yang kita hadapi. Dengan begitu, kita telah menguasai seni pemecahan masalah.

1. Bagaimana saya saling menghubungkan masalah ini?

2. Pengetahuan yang mana saja yang dapat saya gunakan untuk pemecahan masalah ini?

3. Apa yang harus saya lakukan?

Pemimpin yang baik, juga pemimpin yang mau aktif bertanya pada yang dipimpinnya. Sehingga, ia memahami kondisi anggota timnya dengan baik dan tahu persiapan bagaimana menghadapi karakter masing-masing. Dengan bertanya juga melatih komunikasi efektif antara pemimpin dan yang dipimpin. Guna menjalin kedekatan secara emosional dan profesional.

Keberhasilan penyampaian materi selain didukung oleh keaktifan anggota yang belajar, juga dipengaruhi oleh keterampilan fasil dalam mengelola interaksi diskusi. Berbagai jenis keterampilan menyampaikan materi yang perlu diketahui oleh fasil adalah keterampilan bertanya.

Pertanyaan yang diajukan oleh fasil mempunyai beberapa maksud, antara lain untuk memberikan dorongan kepada anggota agar mereka mengemukakan pendapat, sekedar apersepsi, atau untuk mendapatkan umpan balik dan sebagainya.


Tujuan pertanyaan yang diajukan fasil antara lain mempunyai maksud sebagai berikut:

1. Memberikan batu loncatan (apersepsi) sebelum memasuki pokok bahasan baru

2. Mengenai apa yang telah diketahui anggota tentang pokok bahasan yang diajarkan

3. Memusatkan perhatian anggota pada pokok bahasan yang sedang disajikan

4. Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu anggota pada suatu pokok bahasan yang diajarkan

5. Mengenal kesulitan-kesulitan yang dihadapi anggota dalam menerima materi

6. Mengembangkan cara belajar anggota aktif

7. Memberikan rangsangan pada para anggota agar mereka berpikir kritis dan kreatif

8. Mendorong anggota untuk mengemukakan pendapat

9. Mengajak para anggota untuk memecahkan masalah

10. Memberikan kesempatan kepada para anggota untuk mengasimilasikan informasi

11. Untuk meninjau kembali apa yang dijelaskan fasil

12. Menguji dan mengukur hasil belajar anggota dalam melaksanakan tugas


Apa yang bisa digali selain ide, jawaban, dan solusi dari penggunaan metode "The Power of Question" dan perlu menjadi catatan bagi Fasilitator?

Self Talk: Apapun yang kita lakukan dalam hidup, tanyakan pada diri sendiri mengapa kita melakukannya? Apakah manfaat dari itu? Bila saya mempertimbangkan diganti, apakah yang saya lakukan? Siapa yang bisa mendukung saya? Apakah ada lagi cara terbaik untuk melakukan ini? Haruskah saya benar-benar berhenti melakukan hal ini? Haruskah saya mencoba? Apakah kita menerapkan formula “mengapa” untuk tugas rutin atau proyek IIP?

Dengan kita mengetahui jawaban dari semua itu, kita akan lebih mudah mengambil keputusan yang membawa kemana arah hidup kita.

Bertanya itu penting dan banyak manfaatnya. Lewat bertanya maka akan tercipta komunikasi produktif dan efektif antar fasil dan anggota. Anggota pun merasa diperhatikan. Lewat bertanya juga bisa tercipta kedekatan emosional sehingga kelas menjadi hangat.


Bagaimana jika pertanyaan dijawab dengan pertanyaan?

Ada sebuah statement defensif, yang menolak memberikan jawaban karena merasa si penanya tidak berhak bertanya, atau ikut campur dengan pertanyaan yang diajukannya. Sehingga penjawab merasa curiga dengan motivasi pertanyaan dan memilih bersikap defensif dengan tidak menjawab, atau bahkan penjawab malah bertanya balik.

Namun, ada pula yang sifatnya ingin membuka pemahaman penanya sendiri dengan mengajaknya berpikir dengan persepsi yang lain tentang sebuah masalah yang ditanyakannya. Kita dapat menjawab pertanyaan tersebut sesuai/berdasarkan teori yang kita ketahui dan berdasarkan pengalaman yang kita rasakan.

Setelah itu diakhir jawaban, kita dapat melontarkan pertanyaan balik agar memancing curiosity peserta atau penanya.


Bagaimana penggunaan question method selain open question dalam proses belajar, misalnya close/guiding/ bahkan retoris?

Dapat kita lakukan saat akhir pernyataan yang membuat kita atau peserta dapat merefleksi diri. Yang bisa digali dari hal tersebut adalah:

-Dapat mempertegas pemahaman tentang hakikat dan tujuan penciptaan kita sebagai manusia. Dikaitkan dengan materi yang telah disampaikan. Untuk dapat memberi makna pada hal-hal lain, hal utama yang diperlukan adalah untuk menyadari siapa sejatinya diri kita. Kita perlu menyadari “Who I truly am”

-Dapat menambah pemahaman kemana arah kehidupan kita

-Dapat menumbuhkan kepercayaan diri dan kepekaan sosial

-Dapat menambah kedewasaan diri dan kebijakan berpikir

-Dapat meningkatkan kematangan mengatasi masalah kehidupan


Bagaimana cara menjawab pertanyaan peserta dengan pertanyaan yang menggelitik Critical Analysis-nya untuk bisa menemukan sendiri jawabannya (membantu melihat dari sudut pandang lain)?

Bahasa dalam pandangan kritis dipahami sebagai representasi yang berperan dalam membentuk subjek tertentu, tema-tema wacana tertentu, maupun strategi-strategi di dalamnya. Biasanya menggunakan pertanyaan balik dengan "Mengapa" dan "Bagaimana" dapat membuat peserta berpikir.

"Mengapa Anda bisa berpikir seperti itu?"

"Mengapa Anda menanyakan hal tersebut?"

"Bagaimana kalau yang tahu sendiri jawabannya adalah diri kamu sendiri?"

Dikarenakan ada kalanya teori secara umum dapat kita praktekkan untuk kehidupan kita. Tapi, yang lebih paham kondisinya adalah kita sendiri dan kita yang menanggung sendiri apapun yang kita putuskan.


Terima kasih atas pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan selama sesi diskusi karena dengan ini pun, kita menjadi lebih berpikir kritis untuk menjawabnya.


Salam Ibu Profesional,


Anggita Aninditya P. P.

Jepang


www.anggitaaninditya.wordpress.com

https://anggitaaninditya.wordpress.com/2017/11/26/the-power-of-question-facilitation-skills-training/

Contact us

Email : info@ibuprofesional.com

​​

  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • instagram
  • YouTube Social  Icon
  • Google+ Social Icon

© 2018 by Ibu Profesional. www.ibuprofesional.com All right reserved