3 Resep Menu Pembuka untuk Buka Puasa, Mana Favorit Keluarga Bunda?

Ramadan sudah memasuki hari kedua, menu makanan pembuka apa yang wajib ada di meja makan saat buka puasa tiba? Bunda yang sedang memiliki anak kecil yang baru belajar buka puasa tentu ingin menyediakan menu spesial untuk berbuka. 3 Resep menu pembuka untuk buka puasa ini bisa disimpan untuk variasi menu buka puasa agar si kecil semakin semangat untuk berpuasa setiap harinya.


Setup Pisang, Si Simpel nan Menyegarkan

Seharian menahan haus dan lapar, tentu saja bawaannya ingin menyantap menu yang segar. Setup pisang bisa menjadi pilihan Bunda. Cara masak yang praktis dan singkatnya waktu yang dibutuhkan tentu tidak akan merampas waktu tadarus Bunda. Meskipun sangat simpel, asam-manis yang timbul dari rebusan pisang sangat menyegarkan tenggorokan.



Pict Credit: @tatiksuhaimi


Bahan Setup Pisang:

  • Pisang nipah/ Kepok

  • Gula pasir

  • Sedikit garam

  • Air

  • Daun pandan

  • Cengkih

  • Kayu manis

Cara Memasak

  1. Kupas pisang, potong sesuai selera.

  2. Rebus semua bahan yang sudah disiapkan.

  3. Koreksi rasa. Sajikan selagi hangat. Bisa juga disajikan dalam keadaan dingin dengan menambahkan es batu atau menyimpannya ke dalam kulkas sebelum disajikan sebagai menu pembuka.

Kolak Biji Salak, Penghilang Dahaga dan Lapar

Kolak biji salak bukan biji salak yang direbus. Membayangkan berapa lama biji salak direbus agar lunak dan bisa dikonsumsi tentu menghabiskan gas LPG. Biji salak adalah sebutan untuk bulatan yang terbuat dari ubi. Kolak biji salak membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk menyiapkannya. So, pastikan Bunda sudah mengalokasikan waktu agar tidak membuat berantakan hal lainnya, ya.


Bahan Kolak Biji Salak


  • 500 gr ubi orange untuk membuat biji salak kuning atau ubi ungu untuk membuat biji salak ungu

  • 200 gr tepung sagu

  • Sejumput garam


Bahan biang


Bahan biang ini dimasak di dalam panci aduk rata sampai kental dan bening:

  • 1 sdm penuh tepung sagu

  • 1/2 gelas air


Bahan kuah santan:

  • 1 liter santan dari 1 butir kelapa atau 1 bungkus santan instan

  • 2 keping gula merah atau sesuai selera

  • 3 lembar daun pandan

  • Sejumput garam

  • Sedikit gula pasir

  • 1 lembar daun pandan

  • Sejumput garam

  • Sedikit gula pasir


Langkah Membuat Kolak Biji Salak

  1. Rebus ubi sampai matang lalu hancurkan.

  2. Buat adonan biang.

  3. Campur adonan biang saat sudah hangat-hangat kuku dengan garam,tepung sagu,dan ubi sampai bisa dipulung.

  4. Bulat-bulatkan adonan, jangan terlalu besar karena akan mengembang ketika direbus.

  5. Rebus dalam panci sampai matang. Angkat biji salak ketika sudah matang. Tanda adonan sudah matang adalah ketika adonan mengembang.

  6. Masak kuah santan sampai matang lalu tiriskan.

  7. Masukkan ubi yang sudah matang ke dalam kuah santan yang sudah matang. Jadi bulatan ubi biji salak dan adonan tidak dimasak bareng.

  8. Kolak biji salak siap disajikan dalam keadaan panas.

Kolak Labu Kuning

Kolak labu kuning adalah salah satu kolak yang banyak dicari saat bulan puasa. Tidak heran jika kita menemukan penjual labu di sepanjang jalan yang berjejeran setiap ramadan tiba.




Pict kredit: Artha Amalia


Bahan:

  • Waluh/labu, pilih yang tua, cuci bersih lalu potong kecil sesuai selera

  • Santan

  • Daun pandan, digulung/dibagi 2 agar tidak terlalu panjang

  • Gula merah / gula batok, iris tipis2 agar mudah larut

  • Gula pasir

  • Garam

  • Air

Cara bikin Kolak Waluh:

  1. Rebus waluh dan daun pandan dengan air sampai setengah matang. Airnya jangan banyak-banyak. Yang penting waluh 'tenggelam'

  2. Masukkan gula merah dan gula pasir secukupnya sampai manisnya sesuai selera.

  3. Tambahkan santan, tunggu hingga mendidih. Jaga jangan sampai terlalu 'bergejolak' hingga santan 'pecah'

  4. Matikan api

  5. Masukkan garam, sedikit saja untuk mendapat rasa gurih sebagai penyeimbang. Koreksi rasa.


25 views0 comments

Recent Posts

See All

Tetap Sehat di Hari Lebaran

Tak terasa, sepenggal ramadhan sudah berlalu tanpa dapat kita hadang ya Mom’s. Syawal sudah melambai dengan senyum yang mengembang. Hari lebaran yang dinantikan umat sebentar lagi kembali bertandang d

Bersama Menjawab Tantangan

Era digital ditandai dengan konversi dari sistem kerja serba manual menjadi berteknologi digital. Dalam hal ini tidak hanya elektronisasi, tetapi juga dukungan jaringan komunikasi antar komputer yang