Anak Tumbuh, Ibu Ikut Tumbuh
- Media Komunikasi IP
- 3 hours ago
- 3 min read
Setiap kali melihat anak mencapai fase baru—mulai dari belajar berjalan, berbicara, hingga memahami emosinya sendiri—sering kali kita menyadari bahwa sebenarnya bukan hanya anak yang sedang berkembang. Ada bagian dalam diri kita sebagai orang tua yang ikut berubah. Kesabaran yang dilatih, ego yang diperkecil, dan cara pandang yang diperluas. Pengasuhan, pada akhirnya, bukan sekadar tentang membesarkan anak, tetapi juga tentang membesarkan diri sendiri.
Pengasuhan bukanlah perjalanan satu arah. Ia bukan sekadar proses membesarkan anak hingga dewasa, melainkan ruang belajar yang berlangsung dua arah. Ketika anak bertumbuh—baik secara fisik, emosional, maupun sosial—orang tua pun sesungguhnya sedang mengalami proses pertumbuhan yang serupa. Konsep grow together dalam pengasuhan menegaskan bahwa perkembangan anak dan transformasi orang tua berjalan beriringan dalam dinamika keluarga.

Orang tua merupakan figur utama dalam membentuk fondasi kehidupan anak. Peran orang tua, terutama ibu, sangat penting dalam memenuhi kebutuhan nutrisi, memberikan stimulasi, serta memantau tumbuh kembang anak secara berkelanjutan. Anak yang tumbuh sehat dan optimal tidak terlepas dari keterlibatan aktif kedua orang tuanya (Hello Sehat, 2023). Dalam keseharian, perhatian sederhana seperti memastikan asupan gizi, memantau berat badan, serta mendampingi aktivitas anak menjadi bentuk kepemimpinan keluarga yang nyata.
Namun menjadi orang tua bukanlah kompetensi yang langsung selesai dalam satu tahap. Tidak ada ibu dan ayah yang secara otomatis mengetahui seluruh dinamika pengasuhan. Proses ini dipenuhi pembelajaran, penyesuaian, bahkan kebingungan. Rasa tidak tahu harus mulai dari mana adalah bagian yang wajar dari perjalanan tersebut. Parenting pada dasarnya adalah proses belajar yang terus berlangsung.
Secara ilmiah, peran orang tua terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian yang dilakukan oleh Fatihatul Ghina dan Elsanti (2021) menunjukkan bahwa keluarga dengan peran positif—yang tercermin dari kebiasaan memantau pertumbuhan anak, memberikan makanan bergizi, serta aktif dalam layanan kesehatan seperti posyandu—mayoritas memiliki balita dengan pertumbuhan yang sesuai (96,9%). Temuan ini menegaskan bahwa keterlibatan orang tua, terutama ibu, berkontribusi langsung terhadap kualitas pertumbuhan anak.
Hasil tersebut sejalan dengan penelitian Prianto (2017) yang menyatakan bahwa peran ibu yang baik berhubungan dengan optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan anak usia balita. Pendidikan dasar yang diperoleh anak melalui kebiasaan sehari-hari dalam keluarga menjadi fondasi penting bagi perkembangan jangka panjangnya. Pertumbuhan dan perkembangan tidak terjadi secara otomatis, melainkan melalui proses pendampingan yang konsisten.
Namun di balik seluruh temuan tersebut, terdapat proses transformasi yang dialami orang tua. Ketika anak belajar berjalan, ibu belajar memberi ruang. Ketika anak belajar mengelola emosi, ibu belajar menenangkan dirinya terlebih dahulu. Ketika anak menghadapi tantangan, ibu belajar menjadi lebih tangguh dan reflektif. Di sinilah konsep grow together menemukan maknanya yang paling nyata.
Pengasuhan bukan hanya tentang memastikan anak berkembang secara optimal, tetapi juga tentang bagaimana orang tua memperluas kapasitas dirinya—secara emosional, intelektual, dan spiritual. Setiap fase perkembangan anak menghadirkan kesempatan bagi orang tua untuk memperbaiki pola komunikasi, meningkatkan kesabaran, serta membangun keteladanan.
Pada akhirnya, pengasuhan adalah bentuk kepemimpinan keluarga yang berlangsung setiap hari. Ia hadir dalam keputusan kecil, dalam respons terhadap emosi anak, dan dalam kebiasaan sederhana yang dibangun berulang-ulang. Anak tidak hanya dibesarkan, tetapi juga membesarkan orang tuanya menjadi pribadi yang lebih matang dan lebih sadar akan perannya.
Anak tumbuh.
Dan ibu pun ikut bertumbuh.
Daftar Pustaka
Fatihatul Ghina, A., & Elsanti, D. (2021). Peran orang tua terhadap pertumbuhan dan perkembangan motorik pada anak usia toddler di wilayah Puskesmas I Langkaplancar Ciamis Jawa Barat. Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Diakses dari https://repository.ump.ac.id/
Hello Sehat. (2023). Peran orang tua dalam tumbuh kembang anak. Diakses dari https://hellosehat.com/parenting/anak/peran-orangtua-dalam-tumbuh-kembang-anak/
Prianto, A. (2017). Hubungan peran ibu dengan pertumbuhan dan perkembangan anak usia balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 12(1), 78–85.





Comments