Leader Camp Ibu Profesional 2026: Dari Kolaborasi Menuju Kepemimpinan Bernilai dan Siap Dunia
- Media Komunikasi IP
- 15 hours ago
- 2 min read
Yogyakarta, 7 Februari 2026 — Memasuki hari kedua, Leader Camp Ibu Profesional 2026 membawa para perempuan pemimpin pada fase krusial: memperdalam cara bergerak bersama, meneguhkan nilai sebagai kompas keputusan, serta menyiapkan langkah nyata menuju panggung global. Jika hari pertama menjadi ruang pengenalan jati diri dan arah, maka hari kedua menjadi arena penguatan sistem kepemimpinan dan kesiapan dampak.

Hari dimulai dengan sesi Jejak Kolaborasi, yang mengajak para peserta—disebut Jejaker—untuk memahami kepemimpinan sebagai kerja ekosistem.
Melalui simulasi permainan mengangkat bola secara kolektif menggunakan tali, Jejaker mengalami langsung dinamika Wheel Structure Ibu Profesional: peran Hub (poros) sebagai pengarah, Spoke (jari-jari) sebagai penggerak, dan Outer Ring (lingkar luar) sebagai penguat dampak.
Permainan ini memperlihatkan bahwa kegagalan satu fungsi saja dapat menghambat gerak keseluruhan sistem.
Pemahaman tersebut diperdalam oleh Hamidah Rina Mantiri, yang mengajak Jejaker membedakan secara tajam antara kolaborasi dan sinergi. Kolaborasi dipahami sebagai bekerja bersama, sementara sinergi menuntut kesadaran peran, disiplin fungsi, dan kesediaan menempatkan kepentingan ekosistem di atas ego unit.
Kerangka ini kemudian ditautkan dengan program BERGEMA, sebuah inisiatif sinergi nasional yang akan dijalankan serentak di 39 regional Ibu Profesional.
Fondasi gerak bersama tersebut kemudian dipertegas melalui Jejak Nilai. Didampingi oleh Endang Prasdianti, para Jejaker diajak mengidentifikasi nilai-nilai utama Ibu Profesional dan mengujinya dalam dilema kepemimpinan sehari-hari.
Sesi ini menegaskan bahwa nilai bukan sekadar slogan, melainkan alat pengambil keputusan yang menjaga arah organisasi tetap utuh saat berhadapan dengan tantangan dan peluang besar.
Kesadaran nilai tersebut diterjemahkan ke dalam kemandirian melalui sesi Jejak Mandiri bersama Elva Citra Sari.
Jejaker memetakan aset yang dimiliki—baik di komponen, program inovasi, maupun regional—serta mengenali hambatan yang selama ini membatasi gerak.
Sesi ini ditutup dengan perumusan aksi konkret untuk menggerakkan potensi yang ada, tanpa bergantung sepenuhnya pada pusat.
Menatap langkah ke tingkat global, Jejak Global dipandu oleh Ara Kusuma. Melalui penyusunan vision board,
Jejaker berlatih membaca peluang kolaborasi internasional dan mempresentasikan gagasan mereka dalam bahasa Inggris. Antusiasme peserta terlihat jelas ketika setiap kelompok memaparkan visi masa depan Ibu Profesional sebagai ekosistem yang siap dipercaya dan diajak bermitra di tingkat global.
Menjelang penutupan hari, Enes Kusuma mengajak Jejaker meninjau ulang Community Strategic Planning (CSP). Ia juga memperkenalkan indikator kesiapan global sebagai pegangan praktis bagi setiap unit dalam mempersiapkan diri menuju fase Ibu Profesional for the World.
Hari kedua ditutup dengan sesi reflektif Jejak Api, yang dibawakan oleh Yani Kasihani. Api menjadi simbol nyala semangat, tanggung jawab, dan kesinambungan kepemimpinan. Dalam suasana hening dan khidmat, Septi Peni Wulandani, Founding Mother Ibu Profesional, memimpin pengucapan Ikrar Pemimpin Ibu Profesional. Ikrar ini meneguhkan komitmen para perempuan pemimpin untuk menjalani peran sebagai ibu, istri, dan pemimpin komunitas dengan nilai, kesadaran, dan keberanian menjaga arah.

Hari kedua Leader Camp Ibu Profesional 2026 menandai pergeseran penting: dari sekadar belajar bersama, menuju kepemimpinan bernilai yang siap meluaskan dampak—dari komunitas lokal, menuju dunia.





Comments