top of page

Ibu Profesional di Era Digital: Perempuan Didorong Lebih Cerdas Kelola Waktu dan Keuangan Lewat Teknologi

Tangerang — Perempuan, khususnya ibu, memiliki peran strategis dalam mengelola waktu, aktivitas, dan keuangan keluarga. Di era digital, teknologi hadir sebagai alat bantu yang dapat mempermudah pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi, serta mendukung keteraturan dalam pengelolaan keuangan sehari-hari.


Hal tersebut menjadi fokus diskusi dalam kegiatan Ibu Profesional di Era Digital: Cerdas Mengatur Waktu dan Peran dengan Teknologi yang diselenggarakan oleh Komunitas Ibu Profesional Tangerang bersama Netzme dalam rangkaian Nusantara Modest Festival. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 16 Januari 2025, di Main Atrium Tang City Mall, dan diikuti oleh para ibu serta perempuan dari berbagai latar belakang.


 Anggi Paramaiswari Yukaesa, Ketua Divisi Keuangan Yayasan Ibu Profesional periode 2020–2025
 Anggi Paramaiswari Yukaesa, Ketua Divisi Keuangan Yayasan Ibu Profesional periode 2020–2025

Di tengah meningkatnya penggunaan teknologi dan transaksi digital, literasi keuangan digital dinilai menjadi kebutuhan penting bagi ibu profesional. Tanpa pemahaman yang tepat, penggunaan teknologi justru berpotensi menimbulkan risiko, seperti pengeluaran yang tidak terkontrol hingga kerentanan terhadap keamanan transaksi. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak untuk memahami cara memanfaatkan solusi digital secara aman, bertanggung jawab, dan efektif, baik untuk kebutuhan keluarga maupun usaha kecil.


Hadir sebagai pembicara, Anggi Paramaiswari Yukaesa, Ketua Divisi Keuangan Yayasan Ibu Profesional periode 2020–2025, menekankan pentingnya keseimbangan peran dan kesejahteraan diri dalam menjalani multiperan sebagai perempuan dan ibu.


“Perempuan yang bahagia akan mampu memberikan yang terbaik bagi keluarganya,” ujar Anggi.


Dalam pemaparannya, Anggi menjelaskan bahwa manajemen waktu yang sehat dimulai dari kemampuan memahami skala prioritas, menyusun perencanaan yang realistis, serta berani menetapkan batasan. Ia juga mengakui bahwa menjalani multiperan bukanlah hal yang mudah. Tantangan seperti kelelahan fisik dan emosional, tekanan ekspektasi dari lingkungan maupun diri sendiri, rasa bersalah saat mendahulukan kebutuhan pribadi, hingga minimnya dukungan kerap menjadi kendala yang dialami ibu.


Untuk menjaga keseimbangan peran tersebut, Anggi menekankan pentingnya komunikasi terbuka dengan keluarga, membangun support system, menjadikan self-care sebagai kebutuhan, serta menerapkan fleksibilitas dalam kehidupan sehari-hari.


Lebih lanjut, Anggi menjelaskan bahwa digitalisasi dapat menjadi solusi pendukung bagi ibu profesional dalam menjalani berbagai peran. Pemanfaatan teknologi pembayaran dan layanan keuangan digital yang tepat dapat membantu ibu menghemat waktu, mengontrol pengeluaran, mencegah kesalahan finansial dan perilaku konsumtif, melindungi diri dari risiko digital, serta mendukung perencanaan keuangan jangka panjang.


Melalui kegiatan ini, Komunitas Ibu Profesional Tangerang berharap para ibu semakin bijak memanfaatkan teknologi dan berperan aktif sebagai agen literasi keuangan digital di lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan literasi yang baik, ibu profesional diharapkan dapat tetap berdaya, produktif, dan bahagia tanpa mengabaikan kebutuhan diri sendiri.

Comments


bottom of page