Ibu Profesional Perkuat Kapasitas Perempuan Indonesia dalam Literasi Keuangan melalui Pelatihan Train-the-Trainer bersama Aflatoun dan The Human Safety Net
- Media Komunikasi IP
- 11 minutes ago
- 2 min read
Yogyakarta, 27 November 2025 — Upaya penguatan kapasitas perempuan dalam ketahanan keluarga terus dilakukan oleh komunitas Ibu Profesional. Langkah tersebut diwujudkan melalui keterlibatan delapan delegasi dalam Training of Trainers (ToT) Fasilitator Modul Literasi Keuangan bagi orang tua dan pengasuh yang diselenggarakan oleh The Human Safety Net (THSN) bekerja sama dengan Aflatoun International pada 25–27 November 2025 di Yogyakarta.

Pelatihan ini menjadi bagian dari strategi memperluas dampak pendidikan literasi keuangan di tingkat keluarga, khususnya pada masyarakat rentan. Selama tiga hari, para peserta mendapatkan penguatan kompetensi melalui materi inti seperti pemahaman modul literasi keuangan, kesetaraan gender, teknik fasilitasi, monitoring dan evaluasi program, serta adaptasi dan kontekstualisasi materi sesuai kebutuhan lapangan.
Pelatihan ini menggunakan pendekatan active learning yang menempatkan peserta sebagai pelaku utama proses belajar. Para delegasi tidak hanya menerima materi, tetapi juga melakukan simulasi fasilitasi, diskusi analitis, hingga memetakan tantangan finansial yang dihadapi keluarga Indonesia. Metode ini dirancang agar para calon fasilitator mampu menginternalisasi konsep, menerjemahkan bahasa literasi keuangan secara relevan, dan membawanya ke komunitas secara aplikatif.
“Komunitas seperti Ibu Profesional memainkan peran strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga, terutama bagi kelompok rentan. Literasi keuangan bukan sekadar teori, tetapi keterampilan hidup yang menentukan masa depan anak-anak,” ujar Windra Krismansyah, Head of Marketing and Communications Generali Indonesia sekaligus Program Manager THSN Indonesia saat membuka kegiatan.
Delegasi Ibu Profesional berasal dari berbagai wilayah di Indonesia—Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bogor, Cirebon, Pacitan, Kediri, dan Kalimantan Timur. Setelah mengikuti pelatihan, mereka akan menjalankan mandat sebagai fasilitator dan mengimplementasikan modul kepada sedikitnya 120 keluarga rentan di komunitas masing-masing.
Handayani Retno Hapsari, salah satu peserta Ibu Profesional dari Pacitan dalam kesan reflektifnya, menyampaikan:
"Pelatihan ini mengubah cara pandang kami. Fasilitator tidak sekadar menyampaikan materi, tetapi mendorong kami memahami kebutuhan keluarga sasaran, berpikir kritis, dan menyesuaikan metode pembelajaran dengan konteks budaya setempat.”
Inisiatif ini juga selaras dengan program pemberdayaan keluarga A Home Team yang dijalankan Ibu Profesional bersama THSN di tahun 2026, sehingga pelatihan ini diproyeksikan menjadi fondasi keberlanjutan program.
Ketua perwakilan delegasi Ibu Profesional, Hamidah Rina Mantiri menambahkan:
“Kami mengapresiasi kolaborasi THSN dan Aflatoun yang tidak hanya menyediakan modul, tetapi pengalaman belajar yang memperkuat kapasitas perempuan sebagai pendidik utama dalam keluarga.”
Melalui kolaborasi lintas organisasi dan pendekatan berbasis komunitas ini, Ibu Profesional berharap semakin banyak keluarga Indonesia dapat membangun kesejahteraan finansial yang berkelanjutan, tangguh dalam pengambilan keputusan ekonomi, dan mampu menyiapkan masa depan anak-anak secara lebih layak dan terencana.
Kami di Ibu Profesional, memiliki prinsip bahwa mendidik seorang ibu berarti memperkuat satu generasi.





Comments