Ketika Perempuan Menyalakan Obor Kepemimpinan
- Media Komunikasi IP
- 1 day ago
- 2 min read
Festival Perempuan Pemimpin 2025 Hadirkan 9 Kisah yang Menyentuh dan Menggerakkan
Sarasehan. Wanodya Pamingpin — Endah Tumindake, Wicaksana Pikire
Sidoarjo, 27 November 2025 — Di tengah derasnya arus perubahan zaman, perempuan semakin mengambil peran penting dalam memimpin keluarga, komunitas, hingga lingkar sosial yang lebih luas. Namun, tidak semua perempuan mendapatkan ruang aman untuk bertumbuh dan bersuara. Dari kebutuhan itulah, Festival Perempuan Pemimpin 2025 lahir — sebuah perayaan keteguhan, perjalanan batin, dan keberanian para perempuan untuk menyalakan obor kepemimpinan versi mereka masing-masing.
Di sebuah ruangan hangat di Monsterbowl Sidoarjo, sembilan perempuan duduk melingkar, membuka kisah-kisah hidup yang selama ini hanya mereka simpan di dalam hati. Suasana sarasehan berubah menjadi ruang penyembuhan, ruang tumbuh, dan ruang saling menguatkan. Dengan penuh penerimaan, mereka saling mendengarkan, saling menyemangati, hingga momen-momen hening yang membuat siapa pun merasa: beginilah perempuan memimpin—dengan hati yang hadir, pikiran yang jernih, dan keberanian untuk bercerita.
Menghadirkan Ruang yang Membesarkan
Diselenggarakan oleh Ibu Profesional Regional Sidoarjo–Mojokerto, Festival Perempuan Pemimpin 2025 mengusung tema “Wanodya Pamingpin — Endah Tumindake, Wicaksana Pikire”, yang bermakna perempuan pemimpin dengan perilaku lembut namun teguh, serta pikiran yang bijaksana.
Fasilitator Yometa Nuansa, Sekretaris Regional 2025, memandu jalannya sarasehan dengan pendekatan dialog mendalam. Setiap peserta diberi ruang untuk membuka cerita hidup dan makna kepemimpinan yang mereka temukan.
Salah satu peserta spontan menyampaikan kesannya dengan penuh semangat:
“Seruuu deh deep talk gini.”
Sebuah kalimat sederhana, namun mencerminkan kelegaan dan kegembiraan ketika perempuan akhirnya bisa merasa didengarkan.
9 Karya, 9 Cermin Kehidupan

Salah satu momentum paling mengesankan adalah lahirnya sembilan karya diri dari sembilan perempuan inspiratif. Karya-karya ini kelak akan dibukukan sebagai bentuk jejak perjalanan mereka. Judul-judul tersebut antara lain:
Ferari, si Perempuan Tangguh
Oon versi qu
Perempuan Pencari Ridho Allah
Wanita Tanpa Identitas
The Growing up Honeysuckle
Pejuang Sejati
Nuansa Journey
Life full of Miracles
My Life My Coding
Setiap judul membawa aroma emosi berbeda—dari perjuangan menemukan jati diri, pencarian spiritual, perjuangan hidup, hingga transformasi pribadi. Bagi peserta, menuliskan kisah mereka adalah sebuah keberanian; bagi pembaca, kelak akan menjadi inspirasi yang menyembuhkan.
Akhir yang Membahagiakan: Menyebarkan Cahaya Melalui Kata
Menjelang acara usai, para peserta saling menuliskan pesan dukungan pada lembaran kertas kecil. Kata-kata itu sederhana, namun penuh makna: pengakuan bahwa setiap perempuan berhak untuk tumbuh, didukung, dan dipeluk perjalanannya.
Suasana yang tercipta begitu hangat, hingga menjadi simbol bahwa kepemimpinan perempuan bukan hanya tentang kemampuan memimpin orang lain, tetapi juga tentang keberanian memimpin diri sendiri—dengan tulus, dengan teguh, dan dengan cinta yang menular.
Festival Perempuan Pemimpin 2025 pun ditutup dengan senyum, pelukan, dan harapan yang lebih besar:
Ketika satu perempuan bertumbuh, maka perempuan lain ikut menyala.





Comments