5 Fakta Hari Buku Yang Patut Bunda Ketahui



Dengan adanya pandemi Corona 19 dan #diRumahAja, Bunda bisa memilih buku sebagai pembelajaran mendampingi anak. Melawan stigma 'Banyak yang melek huruf, namun minat baca rendah' Bunda bisa memunculkan rasa suka anak untuk membaca buku. Tanggal 23 April adalah hari Buku Sedunia, namun ternyata Indonesia juga punya perayaan serupa. Tanggal 17 Mei tiap tahunnya diperingati sebagai hari Buku Nasional. Ada beberapa fakta mengiringi peringatan hari Buku di tanah air. Dikutip dari laman IDN Times, ada 5 fakta hari buku yang patut bunda ketahui :

1. Dicetuskan Mendikbud era Presiden Megawati Soekarnoputri

Pada 2002, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kabinet Gotong Royong, Abdul Malik Fajar mencetuskan ide tersebut. Tanggal berdirinya Perpustakaan Nasional menjadi inspirasi tercetusnya hari Buku Nasional. Ditetapkannya hari Buku Nasional adalah upaya pemerintah untuk memacu tingkat literasi pada masyarakat. Kala itu, sekaligus menjadi upaya meningkatkan penjualan buku di tanah air.

2. Bertepatan dengan berdirinya Perpustakaan Nasional Dipilihnya tanggal 17 Mei sebagai hari Buku Nasional bertalian erat dengan Perpustakaan Nasional. Pasalnya, gedung pertama Perpustakaan Nasional berdiri pada tanggal 17 Mei 1980. Kala itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Daoed Joesoef mencanangkan berdirinya Perpusnas pertama di Indonesia yang berlokasi di Jakarta. Beberapa tahun sebelumnya, cikal bakal Perpusnas telah ada sejak zaman kolonial Belanda. Bataviaasch Genootschap didirikan pertama kali pada 24 April 1778. Inilah yang jadi pelopor munculnya Perpusnas sebelum riwayatnya berakhir pada 1950.

3. Jumlah penerbit buku capai ribuan, yang aktif tersisa 54 persen

Besarnya jumlah penduduk yang menembus angka 265 juta jiwa, Indonesia merupakan pasar potensial penjualan buku berbagai tema bacaan meski tingkat minat baca di Indonesia masih rendah. Ini dibuktikan dengan hadirnya ribuan penerbit buku yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.


Pada tahun 2015, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) melaporkan jumlah penerbit buku dengan total sebesar 1.328. Namun, hanya 54 persen atau 711 penerbit yang hingga kini masih aktif menerbitkan buku. Perlu diketahui, penerbit buku yang masuk dalam kategori aktif adalah yang rutin menerbitkan sedikitnya 10 judul buku dalam setahun.

4. Jumlah penduduk melek huruf capai 96 persen, namun minat baca masih rendah Pada tahun 2010, BPS mencatat angka penduduk Indonesia di atas usia 15 tahun yang melek mencapai 96,07 persen. Angka sebesar ini menjadikan penduduk tanah air berpotensi menjadi pembaca buku. Namun, kenyataan justru sebaliknya. UNESCO pada 2012 mengkalkulasi bahwa angka minat baca Indonesia hanya 0,001 persen. Ingat ini membaca teks di buku lho yaa, bukan baca teks di chat/sosial media. Heheheh.... Andai ada 1000 orang hanya 1 orang saja yang rajin membaca. Dengan proyeksi total penduduk Indonesia di tahun 2018 berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) BPS mencapai 265 juta jiwa, maka ada 265 ribu orang yang punya minat baca tinggi. Tentunya, angka tersebut jelas masih jauh jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. 5. Meski E-Book mulai dilirik, namun angka penjualannya masih minim Selain buku fisik, buku digital atau e-book juga kian dilirik oleh para penerbit mengingat begitu pesatnya adopsi internet di kalangan masyarakat. Meskipun membawa prospek jangka panjang yang segar dan mengalami pertumbuhan, nyatanya angka penjualannya masih tergolong minim.

IKAPI menulis bahwa penjualan e-book di pasar buku tanah air berkisar kurang dari 2 persen. Meski mendapat 'kue' yang sedikit, hal tersebut tak menyurutkan minat penerbit beralih ke pasar buku digital. Dari 711 penerbit aktif, 20 persen di antaranya mulai merambah e-book.

Membangun kegemaran membaca memang memerlukan kerjasama aktif dari pemerintah, IKAPI, dan masyarakat. Institut Ibu Profesional turut serta membangun kegemaran membaca, seperti halnya Bunda akan menjumpai kurikulum pembelajaran 'Mengenalkan Literasi pada Anak' saat mengikuti perkuliahan Bunda Sayang.

Contact us

Email : info@ibuprofesional.com

​​

  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • instagram
  • YouTube Social  Icon
  • Google+ Social Icon

© 2018 by Ibu Profesional. www.ibuprofesional.com All right reserved