Berita Gembira, Akan Segera Hadir Kurikulum Transisi PAUD-SD


Oleh: Gina Hendraswati (Regional Jakarta)

Diminta untuk mewakili Ibu Profesional dalam sebuah event, merupakan sebuah kehormatan tersendiri bagi saya yang bukan siapa-siapa ini. Pengurus regional bukan, pengurus komunitas ataupun institut juga bukan, apalagi pengurus pusat. Ya, saya hanyalah salah seorang dari ribuan anggota Ibu Profesional biasa.





Saat mendapatkan amanah ini, yang pertama terpikir adalah “misi apa yang saya emban dan yang harus diperjuangkan?” Kemudian saya melakukan koordinasi dengan Mak Ika Pratidina, pihak yang pernah mengikuti dua event sebelumnya. Menurut beliau, tugas saya hanyalah melanjutkan estafet draft yang telah dirumuskan pada pertemuan kedua. Oh kalau demikian, baiklah. Kebetulan judul event ini sangat bersentuhan dengan dunia keseharian saya, yaitu menemani anak-anak usia dini menstimulasi enam aspek perkembangannya.


Diskusi Terpumpun Konsep Kesiapan Anak Usia Dini


Tarraa… Hari yang dinanti tiba, Senin 6 Desember 2021, bertempat di Hotel Golden Boutiqe Kemayoran, berlangsung Focus Group Discussion alias FGD, yaitu diskusi terfokus dari sebuah grup untuk membahas suatu masalah tertentu, dalam suasana informal dan santai. FGD yang saat ini lebih dikenal sebagai Forum Diskusi Terpumpun. Kali ini membahas tentang “Rumah Besar” dari Konsep Kesiapan Bersekolah bagi Anak Usia Dini (Usia 5-8 tahun)


Kegiatan berlangsung selama tiga hari. Di hari pertama, dilakukan urun pendapat tentang situasi pendidikan anak usia dini saat ini, terutama kesenjangan yang terjadi antara kurikulum PAUD dengan kurikulum SD Kelas Awal. Sehingga dibutuhkan sebuah kurikulum transisi yang mampu menjembatani kesenjangan tersebut. Harapannya, kelak tidak akan ada lagi tuntutan dari orangtua anak usia dini kepada pihak penyelenggara PAUD agar memberikan materi baca-tulis-hitung (calistung) kepada anak-anaknya. Di sisi lain, kurikulum kelas awal juga harus disesuaikan dengan kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan lebih tinggi, yang materi, suasana pembelajaran maupun metode penyampaiannya akan sangat berbeda jauh dengan saat anak masih berada di level sebelumnya (TK/PAUD).


Hari kedua, ditetapkan empat tim kecil yang akan membahas draft pembentukan “rumah besar” tersebut, terdiri dari tim perumus Bab 1-4. Bab 1 membahas bagian pendahuluan yang berisi latar belakang, hingga manfaat dari Konsep Kesiapan Bersekolah bagi AUD (usia 5-8 tahun) ini. Bab 2, membahas tentang Konsep Kesiapan Bersekolah. Bab 3 tentang Pelaksanaan Program dan ditutup oleh Bab 4, berisikan Evaluasi dan Pelaporan.


Issue Kesiapan Bersekolah


Kebetulan saya termasuk dalam tim Perumus Bab 2, di mana di dalamnya terdapat isue tentang Kesiapan Bersekolah, Konsep Transisi usia 5-8 tahun (PAUD-SD), Prinsip Perkembangan Anak Usia 5-8 tahun serta Cara Belajar Anak Usia 5-8 tahun.


Alhamdulillah, sesaat sebelum adzan magrib berkumandang di hari kedua, draft “Rumah Besar” Konsep Kesiapan Bersekolah bagi anak usia dini (usia 5-8 tahun) berhasil dirumuskan dan pertemuan ditutup dengan ucapan syukur tak terkira. Semoga setelah draft tersebut disahkan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, tidak ada lagi kesenjangan yang terjadi antara PAUD dengan SD. Terutama tidak ada lagi tuntutan dari orangtua yang memaksakan anaknya bisa calistung sebelum masuk SD, sebab mampu calistung itu hanyalah bonus. Anak dapat membaca, menulis dan berhitung bukan hanya karena diajarkan di sekolah, namun ada dukungan dari orangtua dan masyarakat sekitar.


Oya, selain isue calistung, kesiapan sosial dan mental anak usia dini untuk memasuki SD juga sempat menjadi sorotan. Sehingga dalam draft tersebut, semua aspek perkembanga anak usia dini dibahas secara rinci.


Demikianlah oleh-oleh tiga hari (dalam kenyataannya hanya dua hari) dari saya saat memenuhi Undangan Penyelarasan Kurikulum PAUD dan SD Kelas Bawah yang diselenggarakan oleh Direktorat Guru Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Guru dam Tenaga Kependidikan, Kemdikbudristek, mewakili Ibu Profesional, sebagai elemen Komunitas Masyarakat. Harapan terbesar saya, semoga draft rancangan tersebut segera disahkan dan anak-anak usia dini dapat memasuki dunia persekolah di SD dengan riang gembira, tanpa beban dan tuntutan apapun.


Kemayoran, 8 Desember 2021

50 views0 comments