Contact us

Email : info@ibuprofesional.com

​​

  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • instagram
  • YouTube Social  Icon
  • Google+ Social Icon

© 2018 by Ibu Profesional. www.ibuprofesional.com All right reserved

Bunda Cekatan: Perjalanan Mencari Telur-telur

Belajar sepanjang hayat, pastinya telah menjadi semangat membara dalam diri setiap anggota Ibu Profesional. Berbincang tentang belajar, Institut Ibu Profesional (IIP) kini sedang melangsungkan kelas terbarunya. Apa itu? Sudah bisa menebak dong?


Benar sekali. Sudah berjalan selama kurang lebih 3 minggu ini, Bunda Cekatan (Buncek) #1 dengan sangat seru, menantang dan penuh dengan kejutan-kejutan. Adakah teman-teman di sini yang belum terangkut ke dalam kapan Buncek #1 atau memang belum lulus dari kelas Bunda Sayang (Bunsay) tapi penasaran bagaimana suasana di Buncek?


Kami dari tim medkom IIP mau sedikit berbagi serunya kelas Buncek yang tiap minggu selalu menawarkan tantangan dan kejutan yang berbeda-beda. Namun sebelum kami bercerita lebih panjang, izinkan kami membagikan gambar imut ini.



Pasti kepo ya, apa coba hubungannya gambar di atas dengan kelas Buncek? Jelas ada hubungannya. Kalau nggak ada hubungannya nggak akan kami tampilkan di sini dong, hehe. Setiap dari kita pasti ingin bertransformasi menjadi sosok-sosok yang lebih baik. Buktinya, kita ada di sini, menjadi bagian dari sebuah komunitas perempuan terbesar di Indonesia, bahkan sudah sampai ke luar Indonesia ya? Hampir sama lo dengan ulat. Ulat pun memiliki tujuan hidup untuk bertumbuh menjadi kupu-kupu yang cantik.


Bedanya, kalau ulat biar bisa bertumbuh menjadi kupu nan cantik, mereka tinggal makan yang banyak lalu tidur pulas, bangun-bangun jadi deh kupu-kupu. Apakah manusia juga seperti itu?


Sama-sama makan juga sih kalau mau bermetamorfosa menjadi ibu yang lebih cekatan. Namun kalau ulat makannya adalah dedaunan hijau, kalau para calon bunda cekatan harus ‘makan’ ilmu yang banyak biar berwawasan yang luas.


Masalahnya, saking banyaknya ‘makan’ ilmu, kadang kita kebanyakan ambil ‘makanan’ tapi lupa dengan ukuran lambung sendiri. Inilah pentingnya ikut kelas Bunda Cekatan. Karena di sini kami diajak untuk mengenali potensi sekaligus kebutuhan diri. Tidak hanya itu, kami juga diajak untuk menetapkan tujuan dan cara belajar yang paling cocok, sehingga belajar menjadi lebih menyenangkan sekaligus menantang.

Tahapan Bunda Cekatan #1


Jika matrikulasi berjalan selama kurang lebih sembilan minggu dan kelas Bunda Sayang berjalan selama kurang lebih satu tahun. Bunda Cekatan akan berlangsung selama enam bulan. Selama enam bulan ngapain saja? Rahasiiiiaaa dong! Nggak seru kalau diceritain materi lengkapnya, hehe.


Biar semakin kepo dengan tahapan-tahapan di Bunda Cekatan, silakan bisa dilihat gambar ini:


tahapan buncek 1

Saat ini kami masih berada di tahap pertama yaitu tahap telur-telur. Di tahap ini setiap mahasiswa Bunda Cekatan harus melewati sebuah perjalanan dengan tugas yang unik; mencari telur-telur.


Minggu ini kami sudah memasuki akhir dari minggu ketiga tahap telur-telur. Di minggu pertama kami sudah berlomba-lomba menemukan telur hijau. Di minggu kedua telur-telur merah dikumpulkan dari segala penjuru dan di minggu ketiga kami saling mengejar telur-telur oranye. Apa pula ini telur-telur? Hehe, sabar ya yang belum merasakan Buncek #1.



Sekarang selamat menikmati hidangan telur-telur yang sudah kami kumpulkan. Kami pun semakin penasaran kira-kira di minggu terakhir tahap telur-telur harus mencari telur warna apa lagi ya?


Istimewa di Buncek #1


Buncek memang istimewa, dari materi setiap tahapnya hingga analoginya dengan metamorfosa kupu-kupu. Namun ada yang lebih istimewa, apa hayo?


Tentu saja karena di kelas ini, fasilitator kami supeeeer kece. Bukan mengecilkan fasilitator-fasilitator di matrikulasi dan bunsay lo ya. Hanya saja fasilitator Buncek memang istimewa. Beliau adalah gurunya para fasilitator di Institut Ibu Profesional. Siapa lagi kalau bukan ibu Septi Peni Wulandani. Jadilah setiap Rabu dan Kamis malam menjadi saat-saat yang dinanti oleh setiap mahasiswa Buncek karena kami bisa mendengarkan dongeng Bu Septi secara life di facebook Group IIP. Pasti pengen kan? Sabar ya, tunggu Buncek #2 dibuka.


Apakah Buncek #2 akan langsung belajar juga dengan Bu Septi? Kalau itu kami juga nggak tahu. Silakan berdoa saja yang kenceng hehe.


Selain fasilitator utama yang istimewa, hal keren lainnya di Buncek adalah setiap HIMA (Himpunan Mahasiswa) boleh mengadakan diskusi offline di regionalnya masing-masing. Salah satu yang rajin bertemu secara offline untuk membahas dongengan Ibu Septi adalah HIMA IIP Salatiga yang diketuai oleh Mbak Sindu Atmalia.



Foto di atas adalah salah satu dokumentasi serunya diskusi offline materi Buncek di Salatiga. Semangat banget ya HIMA IIP Salatiga, jadi pengen kopdar juga deh.


Logo HIMA IIP dan Filosofinya


Oh ya ngobrolin soal HIMA, jadi mau berbagi cerita juga nih soal istilah tersebut. Jadi di selasar Institut Ibu Profesional, kami memiliki Himpunan Mahasiswa (HIMA) yang menjadi rumah bagi teman-teman yang memilih institut sebagai keranjang belajarnya. Di HIMA kami fokus membahas tentang materi-materi perkuliahan, mengadakan kegiatan offline dan playdate terkait materi perkuliahan dan turunannya. Pokoknya di sini mah isinya ibu-ibu rajin yang suka belajar. Namun jangan dibayangkan kami selalu nenteng buku, berkacamata tebal dan lusuh.


Santai saja, belajar di IIP dijamin fun, menyenangkan, ceria dan nggak membosankan. Jadi para mahasiswanya pun tetap tampil kece dong, hihi. Bahkan tak jarang di setiap diskusi kami sambil membahas drakor yang sedang hits, misalnya Crash Landing On You yang sedang bikin Teh Rektor kepincut karena ada Hyun Bin-nya.


Baik, sebelum lari ke mana-mana, kami mau pamer logo HIMA yang baru saja dirilis beberapa waktu lalu.




Cantik kan? Di sebuah logo yang cantik ini tersimpan pula sebuah filosofi yang tak kalah apik.


5 kelopak bunga yang menyerupai bentuk wajah perempuan, dilihat dari bentuk belahan rambut atau bisa juga bentuk jilbab yang berbeda-beda, menyimbolkan anggota HIMA yang berasal dari berbagai latar belakang. 5 kelopak bunga juga mewakili tahapan perkuliahan di IIP : matrikulasi, bunda sayang, bunda cekatan, bunda produktif dan bunda shalihah. Kenapa bunga? karena HIMA berbunga/ bertumbuh bersama IIP dan saling bersinergi dalam kebaikan.

Doakan kami ya semoga dengan logo ini, kami bisa bertumbuh sesuai dengan filosofi yang tersimpan di dalamnya. Dan doakan kami juga lancar mengikuti perkuliahan buncek. Buat teman-teman yang masih menanti buncek #2 yang sabar ya… Tetap semangat dan jangan lupa untuk kunjungi website official Institut Ibu Profesional juga ya. Sampai jumpa di kabar-kabar selanjutnya.




Marita Ningtyas

Manager Medkom Selasar IIP

548 views2 comments