5 Cara Jitu Cerdas Bermedia Sosial Ala Emak-emak

Penulis : Rizki Nastiti

Please, sesibuk apapun anda, tolong sempatkan diri untuk dibagikan ke yang lain.

Pernah mendengar kalimat chat seperti ini? Khas sekali ya. Memerintahkan kita untuk share berita yang tidak ada sumbernya dan isi pesan mengandung pesan yang membuat kita khawatir. Ibaratnya, berita ini jangan berhenti di Bunda. Tapi kalau kita tidak berhati-hati memilah berita, maka kita terhitung menyebarkan berita hoax.


Dalam perkembangannya, penggunaan aplikasi percakapan dan media sosial  sebagai garda terdepan dalam komunikasi model baru, tidak lagi hanya sekedar berperan sebagai kanal menyampaikan pesan dan menyerap informasi, tetapi lebih jauh berperan dalam mempengaruhi persepsi  dan perilaku publik, mempengaruhi pengambilan keputusan institusi, kelompok masyarakat dan turut andil dalam pengembangan kesadaran kolektif opini publik.


Era post truth dapat disebut sebagai pergeseran sosial spesifik yang melibatkan media arus utama dan para pembuat opini. Fakta-fakta bersaing dengan hoax dan kebohongan untuk dipercaya publik. Media mainstream yang dulu dianggap salah satu sumber kebenaran harus menerima kenyataan semakin tipisnya pembatas antara kebenaran dan kebohongan, kejujuran dan penipuan fiksi dan non fiksi. Post truth dapat diartikan secara sederhana, bahwa masyarakat lebih mencari pembenaran daripada kebenaran.


Sumber foto : dream.co.id

Dikutip dari orami.co.id, seorang Psikolog Dessy Ilsanty menilai, bahwa sangat penting bagi kita para ibu untuk memperoleh informasi yang berimbang. Berbagai informasi dan pengetahuan yang dapat diakses dengan kemajuan teknologi ini bisa digunakan untuk memberdayakan kita dengan kemampuan dan pengetahuan baru. Bahkan hal ini bisa dimanfaatkan untuk menjadi pilihan karir yang baru atau malah sumber pendapatan.


Nah, agar dapat menjadi Ibu Cerdas Bermedia Sosial, ada beberapa cara yang dapat diikuti. Apa Saja?


1. Atur tingkat privasi akun

Kalau Bunda mau teliti lagi, di setiap situs atau aplikasi jejaring media sosial tersedia pengaturan (settings) bagi pengguna. Bunda bisa mengatur siapa saja yang bisa melihat post yang Bunda unggah, siapa saja yang bisa mengajukan pertemanan, siapa saja yang bisa melihat profil pribadimu, mengatur last seen jam terakhir kita online dan lainnya. Agak repot memang, tapi ini merupakan cara efektif menuju Ibu Cerdas bermedia sosial.


2. Selektif memilih teman

Walaupun Bunda baru saja membuat akun di media sosial dan menginginkan banyak teman, Bunda tetap saja harus selektif memilih teman. Kirim permintaan pertemanan pada orang yang memang Bunda kenal. Ingat hal ini tidak berlaku bagi akun sosial media untuk bisnis ya.


3. Manfaatkan fitur 'Block' dan 'Report as spam'

Apabila Bunda menemui akun yang mencurigakan atau mengganggu, segera manfaatkan fitur 'Block' dan 'Report as spam' yang tersedia. Demikian, orang tersebut tak akan bisa lagi melihat profil Bunda, mengirim pesan, atau melakukan aktivitas lainnya yang berhubungan dengan Bunda di media sosial.


4. Saring sebelum sharing

Jarimu adalah harimaumu.

Ungkapan ini juga berlaku di media sosial. Agar menjadi pengguna media sosial yang cerdas, pertimbangkan dampak dari posting yang akan Bunda unggah baik bagi diri sendiri atau orang lain. Banyak kasus pencemaran nama baik berawal media sosial. Kasus itu bisa Bunda alami jika kata-kata Bunda menyinggung pihak tertentu. Selain itu, jangan mengunggah post yang bisa memancing kejahatan, seperti menginformasikan bahwa rumah sedang kosong, atau foto-foto tak pantas. Selalu berpikir ulang sebelum mengunggah post ya Bunda.


5. Ikut Komunitas Sesuai Passion

Ibu-ibu zaman now, rata-rata grup whatsApp nya InsyaALLAH berjibun banyaknya, ikut banyak kulwapp sana-sini. Sangat bagus menambah wawasan hanya dengan lewat chat whatsApp, tapi kalau kita tidak bijak memilih grup whatsApp maka kita akan menghabiskan banyak waktu online. Maka bijaklah memilih grup atau komunitas ibu-ibu. Dengan mengikuti komunitas Institut Ibu Profesional, Bunda sudah termasuk Ibu yang Cerdas bersosial media. Oleh karena itu, sebagai seorang ibu, kita jangan justru terlena dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi, apalagi media sosial. Jadilah ibu yang cerdas, yang bisa mengikuti perkembangan teknologi dengan bijak.

Referensi : indonesiabaik.id, biz.kompas.com, orami.co.id

Contact us

Email : info@ibuprofesional.com

​​

  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • instagram
  • YouTube Social  Icon
  • Google+ Social Icon

© 2018 by Ibu Profesional. www.ibuprofesional.com All right reserved