Ibu Profesional Perkuat Kemitraan Orang Tua untuk Mewujudkan Ekosistem PAUD Berkualitas
- Media Komunikasi IP
- 14 hours ago
- 2 min read
Bogor, 10 Juli 2026 – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berkualitas lahir dari kolaborasi yang kuat antara keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan pemerintah. Sebagai lingkungan belajar pertama dan utama bagi anak, keluarga memegang peran yang tidak tergantikan dalam membangun fondasi karakter, menumbuhkan minat belajar, serta memastikan setiap anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan tahap perkembangannya.
Berangkat dari semangat tersebut, Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), menyelenggarakan Bimbingan Teknis Kemitraan Orang Tua untuk Pendidikan Anak Usia Dini pada 8–10 Juli 2026 di ARTOTEL Living World Kota Wisata, Bogor.
Dalam sambutannya, Direktur PAUD, Kurniawan, menegaskan bahwa terwujudnya pendidikan yang bermutu bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan kemitraan strategis dengan orang tua, komunitas, masyarakat, dan media.
"Partisipasi semesta ini adalah sebuah gerakan kolaboratif yang menegaskan bahwa peningkatan kualitas dan pemerataan akses pendidikan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dan media. Komunitas menjadi salah satu bagian penting untuk mendiseminasikan berbagai gagasan dan praktik baik yang akan dibahas dalam forum ini," ujarnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang kolaborasi yang dihadiri oleh perwakilan Kemendikdasmen, yaitu Abdul Kahar (Widyaprada Ahli Utama), Soripada Harahap(Ketua Tim Kerja Peserta Didik), dan Lailatul Machfudotin (Penanggung Jawab Pembinaan Talenta Murid). Forum juga diikuti oleh enam komunitas mitra, yaitu Ibu Profesional, Sidina Community, Keluarga Kita, Ayah ASI, Sinkola Indonesia, dan Ibupedia.

Melalui rangkaian materi yang saling terintegrasi, para peserta diajak memahami arah kebijakan pemerintah dalam mewujudkan PAUD Berkualitas sekaligus implementasi Program Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah. Program tersebut sejalan dengan upaya peningkatan akses pendidikan dan penguatan mutu layanan PAUD yang hanya dapat diwujudkan melalui kemitraan erat antara keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat dalam mendukung proses belajar anak.
Selain itu, para peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya mengenali sinyal-sinyal awal munculnya minat dan potensi anak melalui pengamatan yang peka terhadap perilaku, rasa ingin tahu, serta kecenderungan alami yang tampak dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini mendorong orang tua untuk tidak terburu-buru menentukan arah perkembangan anak, melainkan menghadirkan pendampingan yang menghargai keunikan setiap individu serta memberikan ruang bagi anak untuk bertumbuh sesuai potensinya.

Pada akhir kegiatan, setiap komunitas menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai pijakan untuk mengimplementasikan praktik-praktik baik di komunitas dan wilayah masing-masing.

"Harapannya, RTL yang telah disusun tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan, tetapi benar-benar diimplementasikan, dimonitor, dan menjadi bahan berbagi praktik baik oleh setiap peserta terkait penguatan PAUD di wilayahnya masing-masing," ujar Soripada Harahap.
Bagi Ibu Profesional, keikutsertaan dalam forum ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus memperkuat kemitraan antara keluarga dan ekosistem pendidikan anak usia dini. Melalui ruang belajar yang inklusif, adaptif, dan relevan bagi keluarga Indonesia, Ibu Profesional meyakini bahwa keluarga yang terus belajar akan melahirkan generasi Indonesia yang tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan





Comments