Contact us

Email : info@ibuprofesional.com

​​

  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • instagram
  • YouTube Social  Icon
  • Google+ Social Icon

© 2018 by Ibu Profesional. www.ibuprofesional.com All right reserved

"Keluarga Mardhiyyah Penuh Barokah" Our Change Maker Family 2018

CHANGE MAKER FAMILY 2018

Gatra Kusuma`s Family


Tahun 2017 merupakan tahun penuh kesyukuran bagi saya dan suami khususnya, walau sebenarnya tahun awal dan kedua pun tak kalah membuat kami terus bersyukur. Namun yang membuat tahun ini berbeda adalah adanya titipan Illahi Rabbi di dalam rahim saya, yang kini sudah berusia 32 minggu (8 bulan). Ini merupakan kehamilan kedua untuk anak pertama kami, kehamilan pertama yang belum Allah kehendaki untuk berada ditengah-tengah kami ini benar-benar memberikan kami banyak hikmah dan pelajaran.

Saya teringat nasehat suami ketika itu, `Allah akan memberikan kita keturunan diwaktu yang tepat menurutNya, yaa menurutNya`. Maka selama penantian pun suami selalu menjadi teman sekaligus motivator saya setelah Allah pastinya, dan tak lepas beliau mendukung saya untuk berbekal ilmu pengetahuan dan persiapan menyambut keturunan dengan ilmu baik dari buku hingga berkomunitas dan salah satu izinnya yakni bergabung dengan IIP (Institut Ibu Profesional) ini. Dari semenjak belajar di kelas matrikulasi hingga kelas Bunda Sayang, sungguh banyak sekali ilmu dan pengalaman yang saya dapat dan tak lupa saya share kepada suami.


Dan kini di akhir penghujung 2017, tantangan di kelas Bunda Sayang adalah project `Change Maker Family 2018`. Project yang berbeda dengan tantangan sebelumnya, karna jangka waktu untuk Project kali ini memakan waktu satu tahun kedepan. Jarak menjadi ujian tersendiri bagi saya dan suami untuk berkomunikasi dan berdiskusi perihal projek kali ini, namun berikut ini hasil diskusi dan ikhtiar kami untuk bisa mempersiapkan tahun 2018 yang lebih barokah dan lebih baik lagi.


“ Menjadi keluarga Mardhiyyah penuh Barokah “


Kalimat diatas menjadi visi keluarga kami dari semenjak pernikahan hingga saat ini dan nanti in syaa allah, namun akan kami tekankan ikhtiarnya di 2018 ini bismillah.

Kenapa `keluarga Mardhiyyah`?

Karena kami berdua sadar bahwa hidup kami di dunia ini adalah tak lain untuk terus menghamba pada Allah SWT, maka hal yang paling utama kami inginkan adalah RidhoNya. Dengan adanya Ridho Allah dalam kehidupan keluarga kami, maka dunia dan seisinya bukanlah hal yang harus dikhawatirkan.

Kenapa `Barokah`?

Jika Allah sudah Ridho, maka segala kebaikan akan ada dalam keluarga. Keharmonisan, saling pengertian, saling mengingatkan dan sosialisasi yang lainnya akan dibersamai dengan kebahagiaan. Makna barokah adalah bertambah baik, maka jika segalanya barokah akan menambah kualitas kebermanfaatannya.


Ada beberapa tantangan kami yang pada akhirnya kami kerucutkan menjadi 3 hal dan siap kami susun strategi untuk bisa memberi kebermanfaatan bagi keluarga besar kami khususnya dan keluarga lain umumnya.

§ Ilmu ke-Rumah Tangga-an, Parenting, pendidikan anak dan semua ilmu dalam keluarga takkan pernah lepas dari Qur`an dan Sunnah, dan semua ilmu ini belum lah kami miliki secara maksimal. Maka yang bisa kami lakukan pun adalah membaca, mengkaji kisah Nabawiyyah dan shahabiyyah serta pengalaman beberapa teladan lainnya disertai diskusi bersama.

Kesempatan dalam menanti keturunan pun menjadi lebih berharga dengan menambah wawasan untuk persiapan kami mendidik anak kami dengan sebaik-baik pendidikan sesuai Qur`an dan Sunnah.

Harapan kami dengan adanya tantangan diatas adalah :

- Bisa menginspirasi keluarga lainnya walau hanya sekedar dari sharing via Grup Whatsapp, dan ini sudah berjalan baru 1 minggu ini. `Grup Sharing Parenting` ini saya buat atas masukan teman-teman saya, yang pada awalnya ingin mengetahui lebih dalam perihal Homeschooling dan saya dipilih sebagai adminnya. Maka langkah saya untuk saling mengingatkan dan menginspirasi pun saya mulai atas izin suami.

- Bisa mengaplikasikan ilmu dan teori yang saya dapat untuk menjaga keharmonisan suami istri khususnya dan keharmonisan orang tua dan anak jika telah lahir nanti, sehingga dari semua yang kami lakukan pun bisa mendapat ridho Allah dan menjadi uswah bagi sekitar kami.




§ Pola hidup sehat menjadi kewajiban dan tantangan tersendiri bagi kami berdua khususnya, apalagi jika nanti `si kecil` sudah berada ditengah-tengah kami. Keluarga besar yang belum sepenuhnya menerapkan pola hidup sehat pun menjadi amanah besar bagi kami, walau jika melihat background dan pengetahuan kami belumlah ada apa-apanya. Namun, melihat perkembangan zaman dengan keberagaman kandungan makanan yang ada di dalam makanan baik instan atau non-instan smuanya harus benar-benar bisa dipilah.

- Menggiatkan masak sendiri dan menjaga standar kesegaran dan kesehatan makanannya, hingga kami pun bisa membantu anggota keluarga lain dari rumah kami baik dengan mengadakan pesanan makanan kami ataupun berupa catering sehat

- Saya dan suami sempat men-detox tubuh kami dengan meminum ramuan herbal serta menjaga makanan yang dimakan, hal ini pun menjadi inspirasi beberapa anggota keluarga kami.



§ Pergaulan anak-anak saat ini membutuhkan perhatian intensif dari para orang tuanya, pengalaman saya menjadi guru les privat selama 1 tahun setengah membuat saya berfikir keras melihat pengaruh lingkungan pada pembentukan akhlaq, mental dan karakter anak. Semua pembentukan ini tak lepas dari tanggungjawab orang tua pastinya, namun lingkungan pun menjadi sebagian tanggungjawabnya. Beberapa aturan kedisiplinan di tataan les saya kemarin, saya usahakan fokus dalam pembentukan akhlaq, mental dan karakter. Hal ini pun bisa terwujud tak lain adalah karena adanya izin dan masukan dari suami saya, maka setelah kami diskusikan kembali ingin rasanya kami menginspirasi keluarga lainnya dengan membantu pembentukan akhlaq, mental dan karakter anak-anak.

- Mewujudkan mimpi dan ikhtiar kami dengan adanya lembaga pendidikan formal dan non-formal yang fokus pada ilmu agama, pembentukan akhlaq, mental dan karakter anak. Diawali dengan melanjutkan les privat ini dan semoga Allah bimbing kami untuk bisa mewujudkan harapan dan niat kami untuk bisa sama-sama membangun peradaban islami dan membumikan Al-quran dan sunnah.



Segala sesuatunya adalah dengan izin Allah, maka saya dan suami pun berusaha berdiskusi dan menyusun strategi agar kami bisa memberi manfaat untuk sekitar dan dapat meraih Ridho Allah SWT. Bismillah..

114 views4 comments