Menjadi Bunda Siaga Bencana

Updated: Jan 20




Awal tahun 2021 ini kita disambut dengan berbagai kabar yang membuat hati pilu. Virus Covid-19 yang belum juga meninggalkan negeri ini, ditambah bencana di berbagai tempat yang merenggut korban jiwa.

Teriring doa bagi untuk semua saudara kita yang terkena musibah.

Indonesia berada pada pertemuan tiga lempeng, pertemuan tiga sistem pegunungan, memiliki 500 sungai besar dan kecil yang 30% melintasi wilayah padat penduduk, tata ruang wilayah belum tertib, banyak penyimpangan pemanfaatan kekayaan alam. Fakta tersebut membawa Indonesia sebagai negara rawan bencana.

Sebagai seorang Bunda yang merupakan garda terdepan kesehatan keluarga, kita perlu menjadi siaga dan menyiapkan diri juga keluarga dalam segala kemungkinan yang mungkin terjadi.

Perempuan memiliki peran yang strategis dalam menghadapi bencana. Oleh karena itu penting bagi kita untuk meningkatkan pemahaman dalam mitigasi bencana.

Seperti dikutip dalam situs daring BNPB berikut adalah alasan dan peran bunda dalam situasi bencana atau pun krisis kesehatan.


Mengapa Bunda Perlu Siaga Bencana

Berikut adalah beberapa alasan mengapa Bunda perlu memiliki pengetahuan dan kesadaran serta keterampilan untuk menghadapi bencana.

  1. Perempuan merupakan salah satu kelompok masyarakat yang rentan jika terjadi suatu bencana

  2. Peran serta perempuan dalam menghadapi bencana diyakini sebagai variabel penting yang perlu terus ditingkatkan

  3. Peningkatan peran perempuan diharapkan dapat menekan dampak negatif terjadinya bencana

Peran Strategis Perempuan dalam Menghadapi Bencana


Berikut adalah peran Bunda yang diharapkan dapat dilatih untuk menjadi Bunda yang siaga


Peran Bunda dalam Rencana Kesiapsiagaan pada Tingkat Keluarga

Bunda perlu memahami dan mensosialisasikan rencana kesiapsiagaan di tingkat keluarga, sehingga anggota keluarga tahu apa yang harus dilakukan pada situasi darurat. Bersama anggota keluarga yang lain, Bunda dapat melakukan simulasi dan perencanaan tahap demi tahap guna menghadapi situasi darurat.


Peran Bunda dalam Kesiapan Mental Keluarga

Situasi darurat seperti bencana tentu menghadirkan kepanikan dalam keluarga. Bunda siaga mampu menjaga diri untuk tetap tenang dan menenangkan keluarga. Bunda yang memiliki keterampilan mitigasi bencana dapat meminimalisisr perasan panik dalam keluarga dan berfokus pada solusi yang dapat dilakukan


Peran Bunda dalam Ketersediaan Kebutuhan dalam Kondisi Darurat

Siap siaga dalam menghadapai keadaan darurat dapat dilatih dan direncanakan. Salah satu perencanaannya dengan menyiapkan hal yang dibutuhkan saat kondisi darurat.

Contoh yang bisa dilakukan misalnya dengan menyiapkan tas siaga bencana.

Tas siaga bencana atau Emergency Preoaredness Kit, yaitu tas yang diisi berbagai barang kebutuhan dasar yang dipersiapkan untuk menghadapi keadaan darurat.

Tas siaga bencana diperlukan untuk mempersiapkan kondisi terburuk guna bertahan setidaknya dalam kurun waktu 72 jam di keadaan darurat. Biasakan meletakkan tas siaga bencana pada tempat yang mudah dijangkau di dalam rumah.

Isi dari tas bencana antara lain adalah :

  1. Dokumen penting seperti photo copy kartu keluarga, tanda pengenal (KTP, SIM, paspor), polis asuransi, buku tabungan, dan surat/sertifikat berharga dengan ijazah dimasukan ke dalam plastik kedap air.

  2. Perbekalan antara lain adalah air minum kemasan, makanan siap saji, pakaian ganti (baju lengan panjang, celana panjang, pakaian dalam)

  3. Senter dan baterai cadangan

  4. Kotak P3K

  5. Uang tunai, kertas dan pensil, foto anggota keluarga. tas ransel, peluit untuk memberi sinyal bantuan, jas hujan plastik, pisau lipat serba guna, tali nilon, peta, serta ponsel selulur dengan pengisi daya dan baterai cadangan/power bank.

Mari menjadi Bunda tangguh yang siap selalu menghadapi kondisi darurat.


Penulis : Alienda

Desain : Wenny





127 views0 comments

Recent Posts

See All

Tetap Sehat di Hari Lebaran

Tak terasa, sepenggal ramadhan sudah berlalu tanpa dapat kita hadang ya Mom’s. Syawal sudah melambai dengan senyum yang mengembang. Hari lebaran yang dinantikan umat sebentar lagi kembali bertandang d

Bersama Menjawab Tantangan

Era digital ditandai dengan konversi dari sistem kerja serba manual menjadi berteknologi digital. Dalam hal ini tidak hanya elektronisasi, tetapi juga dukungan jaringan komunikasi antar komputer yang