Menjadi Perempuan Berdaya dan Berdikari Untuk Ekonomi Maju


Perempuan merupakan makhluk yang paling kuat di muka bumi. Hal ini membuat mereka berusaha untuk menunjukan pada dunia bahwa kaum perempuan mampu bangkit menjadi lebih berdaya dan berdikari.


Terutama pada masa pandemi Covid-19 ini ternyata mereka mampu memaksimalkan potensi dirinya untuk menggerakkan roda perekonomian. Tentunya, dengan menjadi perempuan berdaya dan berdikari.


Menjadi anak, istri, atau ibu yang istimewa memang impian setiap perempuan. Tentunya kata istimewa ini merujuk pada peranan perempuan itu sendiri. Sudahkah kita menjadi perempuan dengan kriteria istimewa ini?


Apa itu Perempuan Berdaya dan Berdikari?


Menurut KBBI berdaya artinya berkemampuan, berkekuatan, atau pun bertenaga. Dapat disimpulkan perempuan berdaya adalah perempuan yang memiliki kekuatan untuk melakukan hal-hal yang positif.


Sedangkan berdikari artinya berdiri di atas kaki sendiri, lebih jelasnya adalah manusia yang tidak bergantung pada bantuan orang lain.


Dari definisi di atas, perempuan yang berdaya dan berdikari ini merupakan perempuan hebat yang memiliki peranan penting untuk diri sendiri dan mampu membangun lingkungan yang lebih maju. Lantas, bagaimana caranya?


Cara Menjadi Perempuan Berdaya dan Berdikari


Langkah untuk menjadi lebih berdaya dalam bidang ekonomi, memiliki hasil karya, menjadi perempuan yang bahagia serta berdikari, diantaranya:

  1. Mengenal Diri Sendiri Lebih Dalam

  2. Membangun Mindset ke Arah yang Positif

  3. Menentukan Tujuan, Rencana, dan Prioritas Hidup

  4. Manajemen Waktu Lebih Efektif

Keempat hal diatas, merupakan kunci menjadi perempuan yang berdaya dan berdikari. Karena perempuan-perempuan yang hebat ialah perempuan yang memiliki kekuatan yang baik untuk membangun kehidupannya sendiri dan kehidupan orang-orang disekitarnya.


Sehingga, perempuan-perempuan ini disebut memiliki peran penting untuk kemajuan lingkungan dan masyarakat Negara. Sebut saja KIPMA, sebagai business building Ibu Profesional. KIPMA mengangkat para perempuan di beberapa wilayah di Indonesia untuk menjadi berdaya khususnya dalam bidang ekonomi.


Contohnya Rumah Belajar Menjahit regional Pekanbaru dan Sew and Craft regional Jakarta. Kolaborasi antara KIPMA pusat dan cabang serta member rumah belajar mampu menghasilkan karya yang akan menjadi #OlehOlehKIP pada perhelatan akbar 1 Dekade Ibu Profesional.


Oleh-Oleh KIP dari Pekanbaru


Melihat banyaknya sisa-sisa potongan kain perca yang belum diolah membuat para anggota Rumah Belajar Menjahit Ibu Profesional Pekanbaru resah. Akhirnya para perempuan anggota rumah belajar menjahit memutuskan untuk turut andil dalam Konferensi Ibu Pembaharu sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi perempuan.




Maka dibuatlah drawstring bag mix kain jala dan gantungan kunci. Sebagai salah satu cara memanfaatkan limbah kain untuk menjadi hasil karya yang memiliki nilai dan bermanfaat.


Menariknya perempuan-perempuan berdaya dan berdikari yang tergabung di dalam Rumah Belajar menjahit regional Pekanbaru ini memiliki berbagai latar belakang. Ada seorang ibu rumah tangga, ibu bekerja di ranah publik, bahkan ada juga penyitas Covid-19.


Agar mampu berkarya dan berdaya, mereka bekerjasama dan saling berbagi tugas. Pembagian tugas yang dilakukan seperti : mengumpulkan bahan dan memotong pola sesuai standar, mendistribusikan pola kepada member penjahit. Setelah semua pekerjaan selesai maka akan dikumpulkan menjadi satu agar bisa didistribusikan pada customer.


Oleh-Oleh KIP dari Jakarta




Rumah Belajar Sew and Craft (SnC) Ibu Profesional Jakarta pun ikut unjuk karya. Dengan membuat merchandise berupa amigurumi dan masker shibori. Dari namanya saja sudah sangat menarik perhatian bukan?


Apa saja sih keunikan dua haskar tersebut? Amigurumi ini didesain khusus dan semirip mungkin dengan logo Konferensi Ibu Pembaharu. Menggunakan bahan-bahan premium dalam pembuatannya dan minim limbah. Sebagai produk handmade, harga Amigurumi ini terbilang cukup terjangkau.


Sedangkan untuk masker Shibori menggunakan pewarna alami yang ramah lingkungan. Dengan larutan hasil rebusan dari kayu tegeran untuk membentuk corak berwarna kuning dan juga menggunakan pewarna batik lainnya. Sehingga corak Shibori yang dihasilkan unik dan limited edition.


Menurut Hera, salah satu member rumah belajar Sew and Craft Ibu Profesional Jakarta, “Saya memberanikan diri belajar membuat hasil karya rajutan kemudian di jual.” Bisnis kecil-kecilannya terbentuk saat pandemi. “Karena terdampak pandemi sehingga penghasilan suami berkurang.” Lanjutnya.


Harapannya, banyak yang membeli hasil karyanya sehingga Ia bisa memberdayakan lebih banyak member Sew and Craft Ibu Profesional Jakarta. Sehingga kedepannya bisa membantu perekonomian keluarga.


Perempuan hadir dengan segala talenta yang sudah Allah Swt ciptakan sebaik-baiknya.

Sehingga perempuan bisa berdaya dalam hal apapun selama mampu mengasah apa yang dapat membuatnya bahagia.


Bisa membantu perekonomian dengan mengelola bisnis dan mengasah skill untuk lebih produktif dan handal dalam berbisnis juga salah satu tujuan perempuan berdaya dan berdikari.


Tentunya perempuan yang memiliki keberdayaan tinggi bagi hidupnya sendiri mampu memiliki pengaruh positif untuk kehidupan perekonomian yang berdikari.


Salam,

Karyati Niken

Manajer Humas KIPMA


75 views1 comment