Perempuan - Ke-waras-an, dan Dukungan Sosial.

https://www.youtube.com/watch?v=Vrdnz-586EQ

Hai Bunda? Bagaimana kabar perasaannya hari ini? Sudah sarapan? mandi? atau sudah bercermin menyisir rambut, :)

Akhir 2017. Sore ini, pikiran dan perasaan saya melompat kembali ke waktu itu. Mencoba menelusuri sebuah film pendek yang sengaja di garap bareng temen-temen IP Surabaya Raya. Sebagai Legacy penutupan di akhir kepengurusan kala itu. Sebuah proyek cukup "ambisius" yang ide nya sengaja banget ingin dikerjakan-direalisasikan. Tidak ada rekanan rumah produksi - tidak ada budget- tidak ada talent. Modal nya nekat hanya keyakinan. Yaitu ingin menyampaikan sebuah pesan, bahwa Kita Perempuan, Kita Teman dan saling menguatkan.


Film singkat ini bercerita tentang seorang single mom yang mulai merasa kelelahan menjalani hari mengurus buah hati, bekerja menjadi tulang punggung keluarga dan menjaga relasi dengan ibu mertua. Bagaimana dia memaknai menjalani ujian hidupnya ini? darimana dia mendapatkan tambahan dukungan untuk menjalani semua?


Jika teman-teman sudah melihat video ini, apakah ada satu atau dua scene yang mewakili perasaan mu? dan kondisimu? atau bahkan lebih?


Entah, keberapa kali saya melihatnya. Embun di sudut mata dan desir desir masih saja terasa di pojok hati. Karena ini rasa yang bisa dialami semua perempuan. Ini rasa yang sama.


***

Perasaan sendiri, terasing, tidak berdaya, kewalahan, mandeg, insecure, kelelahan secara mental dan emosional menjadi tanda bahwa status kewarasan seorang perempuan mulai bergeser ke arah yang memburuk. Terlepas dari ada banyak fase kehidupan yang sedang dijalani seorang perempuan dalam kehidupannya, kemungkinan-kemungkinan kondisi ini bisa saja hadir sebagai pemicu dan proses penerimaan diri untuk beradaptasi, yang kondisi ini semakin memburuk jika tidak dibarengi dengan dukungan sosial dan penerimaan orang di sekitarnya.


Fakta menarik yang dirilis WHO, bahwa di tahun 2030, Kondisi isu kesehatan mental, terlebih Depresi akan menduduki posisi no 2 meng-ungguli penyakit Kardiovaskuler seperti Jantung dan stroke. Perasaan emosi negatif dan depresi ini rentan menyerang Ibu-Ibu terlebih ibu rumah tangga pekerja domestik.


Di sisi lain, ada sebuah penelitan Jurnal Psikologi (2016), yang menunjukkan bahwa ada hubungan erat antara tingkat Social Support dengan Keyakinan diri dan Stress pada Ibu Rumah Tangga yang berpendidikan tinggi. Semakin besar dukungan sosial didapat, maka akan semakin besar keyakinan diri dan berkurangnya level Stress seorang ibu hingga semakin siap menjalani peran-peran hidupnya.


Sejauh ini, teman teman bisa menangkap insight dari video film pendek di atas?


***


Menjadi salah satu member di Ibu Profesional, sejauh ini saya sudah mempercayai ini sebuah wadah yang baik-benar dan bermanfaat, semoga entitas di dalamya juga bergerak menjiwai membangun atmosfer positif yang semakin menghidupkan geliat semangat value- dan moral karakter baiknya.


Di Era laju informasi yang sangat cepat seperti ini, saya mengagumi teman-teman yang senang sekali berbagi Jempol-Like atau sengaja mendarat di kolom-kolom komentar postingan teman lainnya. Sekedar menanyakan kabar, atau sekedar memberi gambar ilustrasi lucu menghibur.


Kita tidak pernah tahu, bisa jadi sapaan hangat menanyakan kabar teman yang jarang muncul di grup bisa menambah rasa berharga dan rasa menyayangi bahwa ada teman yang sedang mempedulikan dirinya.


Kita tidak pernah tahu, kesediaan kita membantu, bertukar buah tangan virtual atau mengucapkan selamat atas apresiasi dirinya menjadi suntikan semangat baginya yang sedang merasa sedih terpuruk hari itu.


Kita tidak pernah tahu, bisa jadi jempol - like kita menambah rasa harapan hidup barang satu hari saja, dari jiwa seorang perempuan yang sudah saja ingin mengakhiri hidupnya hari itu.


Sungguh, kita tidak pernah tahu....


*** Melalui tulisan ini saya hanya ingin sedang cermat menasehati diri, ada banyak langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menjadi sahabat teman baik berkembang sesama perempuan...

  1. Ketika menjadi pengurus, mencoba membangun trust kepercayaan kepada sesama teman satu tim. Mencoba berbaik sangka, dan saling back up. Fokus pada keberlanjutan misi amanah peran, bukan malah saling tikung menelikung. Saling menjatuhkan atau menjelekkan. Karena tiap masa ada tantangan kepengurusannya sendiri. Don't Compare.

  2. Sebisa mungkin terlibat mengambil peran dan kontribusi. Jika tidak bisa berbagi, Boleh melayani. Sesederhana memberi semangat sesama teman di penghujung jam pengumpulan tugas tantangan.

  3. Ketika menjadi member, sebisa mungkin selalu support program dari kepengurusan. Bahkan hal sederhana, ketika dunia per online-an menjadi penghubung kita. Sekedar mengetik stiker emot lucu sebagai penggembira suasana,"noted", "siap", "terimakasih infonya" itu sudah sangat keren. Karena rasanya dianggurin member yang cuma sekedar Silent Reader itu rasanya macam nunggu transfer gajian yang ga kunjung tiba. Di cuekin euy..

  4. Mengedepankan empati. Belajar bisa merasa. Bukan merasa bisa. Alih-alih merasa "paling" karena sudah melewati sebuah fase kehidupan yang mungkin lagi di jalani teman yang lain. Ketika perempuan itu lebih butuh untuk didengar, dipahami dan divalidasi emosinya. Maka lebih banyak mendengar daripada sibuk menghakimi atau mengata-ngatai

  5. Hm...kira-kira apa lagi ya...teman-teman bisa menambahkan nih dari pengalaman pribadi :)


"tapi mbak.... bagaimana jika kita malah yang dikecewakan oleh komunitas/orang-orang komunitas ini?" Cek ricek dulu, apakah itu benar sistem komunitas ini atau sesegelintir orang yang mewakilinya dan juga sedang belajar didalamnya?

Nasehat terbaik...Tetap jangan bosan berbuat baik, menjadi orang baik. Berikan feedback dengan cara konstruktif dan membuat lebih baik-kan.



Ada sisi menarik dari perempuan.

Perempuan kuat dari berbagi. Berbagi cerita. Berbagi Rasa.

Sehingga kewarasan terjaga.

Sharing is Caring.

Ramahlah pada kaum-mu sendiri.

Perbanyak Apresiasi.



Selamat Hari Kesehatan Mental

Selamat Berbahagia, Bunda

Salam sayang dari-ku yang selalu mendukungmu.

119 views

Recent Posts

See All

Hari Dokter Nasional

Susan susan susan Besok gede mau jadi apa Aku kepingin pinter Biar jadi dokter Kalau kalau benar Jadi dokter kamu mau apa Mau suntik orang lewat Jus jus jus Ria : Lho kalau nggak sakit kenapa disuntik

Contact us

Email : info@ibuprofesional.com

​​

  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • instagram
  • YouTube Social  Icon
  • Google+ Social Icon

© 2020 by Team IP 9 Cloud. www.ibuprofesional.com All right reserved