Contact us

Email : info@ibuprofesional.com

​​

  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • instagram
  • YouTube Social  Icon
  • Google+ Social Icon

© 2018 by Ibu Profesional. www.ibuprofesional.com All right reserved

Resume #JumatKulwapODOP bersama Roosie Setiawan



Jumat, 23 Februari 2018 grup WA ODOP kedatangan tamu spesial. Seorang penulis buku yang akan berbagi ilmu tentang Melatih Kebiasaan Membaca Nyaring dalam Keluarga. Beliau adalah bu Roosie Setiawan, penulis buku "Membaca Nyaring". Seorang aktifis dalam gerakan menyebar virus"Read Aloud"yaitu sebuah aktifitas rutin minimal 15 menit orang tua membacakan cerita untuk anaknya. Dari aktifitas ini diharapkan anak akan tumbuh menjadi generasi yang gemar membaca,yang tentunya akan memiliki banyak manfaat untuk perkembangan anak.


Dipandu oleh ketua kelas #JumatKulwapODOP Fajar Widyastuti kulwap berjalan kurang lebih 1 jam dengan 10 pertanyaan. Banyak ilmu yang didapat peserta dari kulwap tentang membaca nyaring ini, mulai dari cara membaca nyaring, manfaat dan tantangannya. Dan berikut akan kami bagikan resumenya yang telah ditulis oleh Nurul Fitria.


Profil Roosie Setiawan

Berawal dari keinginan untuk mendonasikan waktu, mengantarkan seorang ibu pada ‘read aloud’. Ibu dari 2 anak, yang bekerja sebagai praktisi marketing di persuhaan nasional & multi nasional selama 25 tahub ini menemukan buku yang berjudul “READ ALOUD HANDBOOK” yang dikarang oleh Jim Trelease. Penemuan itu terjadi pada tahun 2007 dan dati sana nenek dari 4 cucu ini merasa bahwa buku ini harus dibaca oleh semua orang tua di Indonesia, oleh sebab itu berinisiatif untuk menterjemahkan buku ini, karena yakin bahwa ‘read alod’ dapat merubah generasi Indonesia menjadi generasi yang gemar membaca.

Bersama beberapa teman mendirikan Reading Bugs komunitas read aloud Indonesia, dan bertujuan untuk membantu anak Indonesia menjadi pembaca sepanjang hayat’ melalui read aloud dan menginisiasi terbitnya versi Bahasa Indonesia di tahun 2008.

Kini ibu Roosie aktif menyebarkan ‘read aloud’ untuk membudayakan orang tua meluangkan waktu ‘15 menit sehari bacakan cerita untuk masa depan buah hati, melalui penyelenggaraan workshop read aloud untuk orang tua dan guru PAUD, Taman Kanak-kanak maupun Sekolah Dasar. Juga mengajak perusahaan untuk mengalkokasikan dana CSR bagi penyebaran read aloud dilingkungan maupun internal perusahaan.

Di tahun 2011 Reading Bugs. Mendapat kepercayaan dari seorang pengarang Amerika Serikat bernama Susan Frankenberg untuk menterjemahkan buku Read Aloud Magic dan boleh mempergunakan buku ini sebagai panduan untuk memasyarakatkan read aloud di Indonesia.

Tahun 2015, karena berusaha memasukkan read aloud dalam lingkungan sekolah, bergabung dalam Tim Gerakan Literasi Sekolah Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbud untuk menyusun Desain Induk dan Panduan Pelaksanaan GLS. Mulai tahun 2016 menjadi Satgas GLS Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud dengan tugas mengawal pelaksanaan Panduan GLS dan secara berkala merevisi panduan dan menterjemahkan kedalam produk-produk GLS yang secara praktis, berupa infografis maupun kegiatan tatap muka lainnya.

Setelah melalui perjalanan panjang, akhirnya di bulan Oktober 2017 sebuah buku yang berisi tahapan-tahapan membacakan nyaring selesai juga dan diterbitkan, sebagai salah satu bentuk usaha untuk menjadikan semua orang tua di Indonesia melakukannya dan mendapatkan manfaatnya.

Hobby & Interest

 Reading and Yoga

 Help promoting healthy successful children through Reading~Aloud

 Mendirikan KHPI – Komunitas Hijau Pondok Indah yang menghimpun warga untuk lebih mengenali & peduli lingkungannya, bekerja sama dengan Rukun Warga mewujudkan pengelolaan sampah mandiri.

Professional Carrier

 2011- 2014 : Bergabung dalam tim konsultan bisnis retail,

 2009 – 2011 : Head of Sales & Marketing Baby Product

 1997 – 2019 : Bergabung dengan GSK Indonesia – dengan posisi sebagai Head of Marketing Vitamin, Eye Care dan Oral care dan 1 tahun terakhir sebagai Head of Brand Activation

 1992 – 1996 : Bergabung dengan Makro Indonesia – sebagai Merchandising Manager

 1991- 1992 : Team awal pembentukan ‘Yaohan Department Store’ – sebagai perwakilan dari Mitra Corp

 1986-199 : Bergabung dengan INDOFOOD sebagai Product Manger Snack Food

 1982 – 1984 : Mengawali karir sebagai Management Trainee – Bangun Cipta Sarana Group Personal

Anak :

 Raracitta Gya Maria - lulus dari Sosiologi FISIP UI (2004) dan D3 UI Bahasa Jepang (2004) Lulus Program Strata 2 Strategic marketing di BINUS Internasional

 Maria Rayi Rarasadhya – Lulus dari Psikologi UI (2007) – Lulus Professional Studies – Strategic Public Relation di George Washington University

Suami :

 Ir. Edhi Setiawan - arsitek lulusan ITB

Pendidikan

 Lulus perguruan tinggi di tahun 1981 dari Fakultas Hukum UNPAR

 Management Development Program, AIM – 1989, Manila

 SmithKline Beecham Academy

 GlaxoSmithKline Marketing Leadership Program


Tanya -Jawab

#1 Pertanyaan Intan Rosma Dewi - Bandung

Membaca nyaring mulai dari bayikah ? Idealnya hingga usia berapa tahun?

Jawaban

Membacakan nyaring mulai 0 bulan bahkan saat masih dalam kandungan, karena fungsi pendengaran bayi dalam kandungan sudah terbentuk dengan sempurna. Membacakan nyaring dilakukan dengan tujuan berbeda-beda sesuai dengan tahapan perkembangan anak yg dibacakan. Bahkan membaca nyaring ini juga masih bisa lakukan sampai dewasa.


#2 Pertanyaan Dwi Nur Tirta -Bekasi

a. Adakah jumlah minimal pendengar untuk membaca nyaring?

b. Adakah standar kenyaringannya?

Jawaban

a. Yang terpenting antara yang membacakan dan dibacakan bisa keinterakasi. Idealnya kalau menggunakan buku ukuran normal, jumlah anak berkisar maksimal 10 orang

b.Suara bisa didengar jelas dan kecepatan sesuai daya tangkap yang dibacakan. Dan waktu membacakan nyaring tergantung kesiapan yang membacakan dan yang dibacakan.


#3 Pertanyaan Rahmah - Surabaya

a. Adakah perbedaan signifikan antara buku ini dengan karya Jim Trelease?

b. Apakah sudah benar metode saya membaca nyaring dimulai sejak hamil?

c. Sejauh mana Membaca Nyaring meningkatkan Literacy Skills? Apakah sampai pada anak kemudian tergerak untuk menuliskannya?

d. Adakah kisah unik tak terlupakan di balik Mba Roosie membuat buku ini?

Jawaban

a. Buku saya merupakan "how to book" yg dibuat step by step yg bertujuan utk memandu pembaca (zaman now) melakukan membaca nyaring & fokus 0-24 bulan. Sedangkan Buku Jim mengupas seluruhnya ttg read aloud

b. Pada trisemester kehamilan read aloud sudah bisa dilakukan karena fungsi pendengaran janin sudah terbentuk secara sempurana. Tujuannya supaya janin mendengarkan suara kita.

c. Membacakan nyaring mengembangkan listening, speaking, reading. Memang belum sampai writing tetapi menambahkan kosakata bahasa buku yg merupakan modal awal anak utk memproduksi tulisan.

d. Uniknya saat memutuskan buku ini dikemas dalam bentuk visual/ ilustrasi, merubah kebiasaan pembaca zaman sekarang yan biasa dg teks visual


#4 Pertanyaan Mira Humaira- Bandung

a. Membaca nyaring dan mendongeng itu berbeda kan ya, Bu. Apakah sah-sah saja jika keduanya dikolaborasikan? Apakah tetap efektif?

b. Apakah membaca nyaring ini medianya harus buku fisik saja, bagaimana kalau dengan e-book dan media digital lainnya?

Jawaban

a. Secara prinsip mendongeng tidak menggunakan buk, sehingga tidak memberikan pengalaman membaca yg menyenangkan pada anakyang ahirnya menarik anak mau membaca. Teknik olah suara pada dongeng dapat dilakukan saat membacakan nyaring (MN) untuk embuat suara kita lbh menarik dan membuat anak terhibur.

b. e-book/ digital bisa saja digunakan tetapi setelah syaraf2 mata anak kuat ( kira2 usia 2 th) padahal MN baik dimulai 0 bln - sebaiknya di 24 bl diawal gunakan buku fisik


#5 Pertanyaan Annisa Fauziah-Depok

Membaca nyaring untuk usia balita itu apakah harus benar-benar membaca teks yang ada di buku? Karena saya masih menemukan banyak buku anak khususnya yang berbahasa indonesia kalimatnya masih panjang. Kira-kira apakah kita tetap membacakan saja walaupun anak belum memahami artinya?

Saya kadang-kadang seringkali akhirnya membaca menjadi seperti bercerita, bahkan dengan menyederhanakan bahasa yang bisa dipahami anak. Apakah itu kurang tepat?

Jawaban

Periode 0-3 th (pramembaca) bayi & anak membaca teks visual (gambar)jadi gunakan buku konsep (gambar & 1 atau 2 kata menerangkan gambar).Gunakan buku sebagai penuntun kita berkomunikasi dg anak sehingga anak sadar materi cetak & menyemai motivasi pada anak terhadap materi cetak (buku).


#6 Pertanyaan Chitra Hapsari - Malang

a. Adakah kriteria buku ideal untuk dibacakan nyaring? Misalnya, yang banyak dialog atau justru yang minim dialog? Atau kriteria lain jika ada.

b. Perlukah selalu ada sesi diskusi dengan anak ketika/sesudah membacakan nyaring?

c. Ketika anak tidak menunjukkan ketertarikan pada buku yang sedang dibacakan, apakah kita membiarkannya memilih buku lain atau memintanya bersabar dulu untuk mendengarkan?

Jawaban

a. Mulai dg buku cerita bergambar yang gambarnya bercerita.

b. Justru salah satu tujuan MN adalah berdiskusi dg anak menggunakan buku.

c. Biarkan anak memilih buku yg disukai kita mengikuti pilihan anak


#7 Pertanyaan Reisha H - Bandung

a. Saat membacakan satu halaman buku dan kita belum selesai membacakan semua teks pada halaman tsb, anak sudah meminta untuk membuka halaman berikutnya. Apakah sebaiknya kita ikuti kemauan anak atau memintanya mendengarkan dulu?

b. Apakah membaca nyaring hanya ditujukan untuk anak yang pendengarannya baik? Untuk anak tuna rungu apakah tetap sebaiknya dilakukan atau tidak perlu?

Jawaban

a. Ikuti kemauan anak, jadikan anak penghela saat MN

b. MN sangat dianjurkan juga untuk anak dengan gangguan pendengaran. Gunakan teks visual (gbr) yang ada dalam buku cerita bergambar sebagai media berkomunikasi


#8 Pertanyaan Yayang R. Y. Widosari - Purwokerto

a. Seberapa penting dan bagaimana urgensinya menerapkan membaca nyaring dalam keluarga?

b. Apakah membaca nyaring ditujukan untuk usia anak-anak (ke bawah) saja atau bermanfaat pula bagi orang dewasa dan lansia? Jika ada, apa manfaatnya?

c. Bagaimana teknik membaca nyaring yang benar, mulai dari persiapan hingga terminasi?

d. Apa indikator untuk menentukan bahwa membaca nyaring yang kita lakukan efektif dan berhasil?

e. Saya ingin tahu, apa si latar belakang dan tujuan Mba Roosie menulis buku ini?

Jawaban

a. MN sangat penting dilakukan sedini mungkin utk merangkan litetasi usia dini (1. Sadar fonem 2. Abjad 3.Kosakata 4. Sadar materi cetak 5. Termotivasi dg materi cetak 6. Menceritakan kembali)

b. MN menyenangkan & menghibur jadi baik dilakukan sampai kapanpun

c. Tahap persiapan : Pilih buku yang baik sesuai dengan perkembangan psikologi anak

Sebelum MN : lakukan pra-baca utk mengetahui jalannya cerita

Saat MN: Mulai dg menyebut judul, penulis,ilustrator dan mengajak anak menggunakan kover buku memprediksi apa yg ada dalam buku

Saat membaca :Baca pertama, membaca gambar (picture walk) - teks visual, biarkan anak memahami cerita melalui gambar dan biarkan anak berpendapat (ada dialog)

Membaca kedua : membaca teks tulisan (print text) sambil menunjuk kata yg sedang kita baca. Kalau anak bertanya kita jawab, bahkan kl anak tidak bertanya, justru kita yg bertanya ada dialog.

Setelah membaca : berdialog dengan anak menggunakan buku sebagai topik, menggunakan 5W 1 H dan minta anak menceritakan kembali.

d. Jumlah kosakata anak diatas rata2 anak seusianya, mempunyai kosakata bahasa buku

e. Membuat anak Indonesia mempunyai pengalaman membaca yang menyenangkan


#9 Pertanyaan Alif Kiky Listiyati - Jepara

a. Apa saja yang harus diperhatikan saat membaca nyaring mbak?

b. Untuk anak yang sudah bisa membaca, apakah masih perlu juga dibacakan nyaring?

Jawaban

a. Pilih buku yg baik utk anak & ortu, baca dengan hati & ingat tujuan MN bukan menyelesaikan buku tsb tetapi menikmati proses MN, ada dialog didalam MN

b. Sampai kapanpun anak asal mereka masih senang dibacakan. Namun, tujuan MN pada anak yg lebih besar /dewasa itu berbeda, salah satunya membuat anak tertarik dg topik2 tertentu, judul buku / penulis tertentu.


#10 Pertanyaan Handiana Muthoharoh - Kediri

a. Apa definisi membaca nyaring?

b. Apakah hanya untuk dibacakan kepada audiens? Atau bisa digunakan untuk diri sendiri?

c. Bagaimana kondisi ideal untuk dapat membaca nyaring?

d. Apakah teknik membaca nyaring juga bisa digunakan ketika kita menyampaikan materi di depan kelas? Atau hanya untuk bercerita saja?

Jawaban

a. Tidak berusaha mendifinisikan, karna MN adalah kegiatan, dimana ada org yg membacakan, juga yanf dibacakan serta ada buku yg dibaca. Kegiatan sederhana yg dilakukan secara terus menerus (berkesinambungan) membuat anak mau membaca. Karena anak akan mencari alasan kenapa harus membaca dan karena dilakukan dalam suasana yg menyenangkan maka membuat mereka mempunyai pengalaman menyenangkan, akhirnya anak gemar membaca.

b. Lihat penjelasan pertanyaan a. Utk diri sendiri biasa dilakukan saat kita membaca nyaring (bersuara) biasanya saat ingin lebih memahami bacaan yang kita baca.

c. Orang tua siap MN dan paham manfaat MN sehingga berjuang utk menyediakan waktu MN 10 mnt setiap hari

d. Bisa sekali digunakan dalam pembelajaran termasuk saat membuat RPP. Ada persiapan, sebelum mengajar, saat mengajar dan setelah mengajar. Gunakan sumber belajar, tidak hanya buku teks tetapi buku nonteks dan materi yg ada disekitar, selalu dialogis, minta anak bertanya kalau dia tidak bertanya. Minta anak mencatat kata sulit / kosakata baru dan minta anak menceritakan kembali apa yg sudah dipelajari. Kl anak sudah lebih besar minta anak membuat jurnal, peta cerita, diagram ven, TIP (tahu, ingin tahu, pelajari)


#11 Pertanyaan Dessy Natalia - Bandung

Bagaimana cara membuat anak suka membaca jika orang tua sama sekali tidak suka membaca. Bahkan sudah bertahun-tahun tidak membaca buku

Jawaban

Orang tua harus memotivasi diri untuk menjadi teladan membaca (Terlihat membaca oleh anak). Tidak ada cara lainuntuk terlihat membaca adalah membacakan buku ke anak (membaca nyaring).


#12 Pertanyaan Lenny Martini

Selama saya praktek kendala yang sering saya lami adalah beda usia tiga anak, yang pertanyaan dan responnya berbeda. Misal si bungsu sering bertanya tentang arti kata yang dibacakan sedangkan dua kakaknya sudah penasaran ingin cepat mendengar kelanjutan cerita. bagaimana tips mengatasinya ?

Jawaban

Inilah saatnya mengajarkan berbagi, mengajarkan giliran.


Pesan Penutup

Membacakan nyaring merupakan hadiah terindah yang bisa diberikan orang tua,

Demikian #JumatKulwapODOP bersama bu Roosie Setiawan. Semoga mendapat inspirasi baru untuk memberikan yang terbaik bagi buah hati. Terima Kasih, Sampai jumpa di Kulwap berikutnya.




89 views