Tetap Sehat di Hari Lebaran

Tak terasa, sepenggal ramadhan sudah berlalu tanpa dapat kita hadang ya Mom’s. Syawal sudah melambai dengan senyum yang mengembang. Hari lebaran yang dinantikan umat sebentar lagi kembali bertandang dengan segala kemenangan bagi setiap muslim yang merayakan. Besar kecil, tua muda, laki-laki maupun perempuan, semuanya menantikan. Hari bertabur kebahagian dan juga makanan.


Eits tunggu dulu, membaca kata makanan membuat lidahku yang sedang berpuasa sedikit ngiler mengingat sajian nikmat di meja makan kala lebaran. Bukankah sudah menjadi tradisi yang kental di Indonesia, setiap kali lebaran orang-orang akan silaturahmi ke rumah sanak saudara?


Sayangnya, lebaran tahun ini dengan sangat terpaksa kita masih harus bersabar untuk sedikit menggeser tradisi kental ini karena pandemic Covid-19 masih betah tinggal di sekitar kita. Sama seperti tahun sebelumnya, tahun ini pemerintah melarang tradisi mudik yang selama ini telah membudaya dengan tujuan mencegah penyebaran virus Corona.


Aku sih, iyes saja Bunda. Demi kebaikan bersama, apapun harus dipatuhikan?


Meski demikian, sepertinya larangan mudik tak serta merta menurunkan hasrat kita dalam menikmati tradisi lebaran lainnya. Misal sajian opor, rendang, ketupat sayur, hingga kue kering seperti nastar atau kaasstangels. Yakin Bunda dapat menahan diri ?


Tentu saja kita tidak dilarang menikmatinya. Hanya saja jangan sampai nih ya, lebaran berlalu tapi berat badan bikin tegang, kolesterol bikin jantungan, atau malah Covid-19 kian menjulang. Nah, untuk mensiasati agar tetap sehat saat lebaran kita simak yuk beberapa tips berikut ini.


Tips Tetap Sehat saat Lebaran Tiba


Patuhi Protocol Kesehatan


Meskipun pandemi Covid-19 masih membumi, tapi lebaran tetap bisa digelar kok, Bunda. Hanya saja, untuk menekan angka penularan virus Corona, kita perlu tetap disiplin menerapkan protokol Kesehatan. Termasuk tetap menjaga jarak dan tak keluar rumah jika tidak mempunyai kepentingan mendesak.


Selebihnya, hindari kerumunan di malam takbiran. Sekalipun takbiran di luar rumah saat pandemic Covid-19 dibolehkan, kita tetap saja dianjurkan untuk menjaga jarak, tidak bergerombol dan mengenakan masker dengan benar agar tidak tertular virus Corona.


Saat melaksanakan sholat idul fitri pun demikian. Kita tetap harus menjaga jarak, baik dalam perjalanan menuju tempat sholat maupun saat mendirikannya, patuhi jarak yang sudah ditetapkan ya (1-1,5 meter). Sebaiknya kita berwudhu dari rumah agar tidak terjebak kerumunan, gunakan masker dengan benar, gunakan alat sholat atau sajadah sendiri, hindari berjabat tangan dengan orang lain dan mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer setelah selesai mengerjakan.


Bagaimana dengan silaturahmi?


Jangan kuatir, Bunda. Silaturahmi kali ini bisa kita alihkan dengan cara mengirim pesan singkat atau video call. Kayaknya bakalan lebih berderai-derai deh, melepas kerinduan apalagi bersama keluarga yang jauh di mata. Sambil berandai-andai menikmati suasana sakral lebaran. Dengan smarthphone, video call bisa dilakukan ke delapan nomor dalam waktu yang bersamaan, sehingga jarak tidak lagi menjadi penghalang untuk tetap memandang wajah si dia yang jauh di sana.


Gimana, kayaknya seru ya Bunda untuk dicoba.


Mengatur strategi makan dan minum


Saat pandemi atau sedang tidak pandemic Corona. Biasanya lebaran akan dirayakan dengan cara yang tidak sederhana. Minimalnya, meja makan akan nampak lebih lengkap dari biasanya. Tapi ingat ya, Bunda, jangan sampai kita kalap menikmati makan dan minum yang tersaji agar kesehatan badan tetap terjaga.


Biasanya kita lupa diri saat lebaran, menyantap apa saja yang tersaji hingga berujung masalah pencernaan dan terjadinya peningkatan berat badan. Agar badan tetap sehat sebaiknya kita mulai mengatur pola makan dan minum kita dengan membatasi variasinya, menghindari makanan manis dan berlemak, menghindari kafein dan gorengan, makan secukupnya dan jangan makan terlalu larut malam.


Terlalu banyak makan dan minum manis dapat menyebabkan gula darah melonjak. Menikmati makanan berlemak tak hati-hati juga berisiko meningkatnya kadar kolesterol dalam darah. Kedua hal ini tidak hanya bisa meningkatkan berat badan tetapi juga bisa menimbulkan masalah Kesehatan yang serius. Oleh sebab itu, pilihlah hidangan yang sehat dulu. Misalnya memilih sayuran dan kacang-kacangan di awal, kemudian baru ketupat dan opor ayam. Ini bertujuan agar perut kita kenyang duluan, lalu sisanya kita bisa mencicipi cemilan satu atau dua butir kue nastar atau kaasstagelnya. Hem… bakal tergoda gak sih kita?


Begitu juga menu untuk minuman, kita harus membatasi keinginan Mom’s. Memilih minum yang sehat harus didahulukan, seperti air mineral dan jus buah atau sayuran. Sebaiknya minuman sejenis softdrink, sirup, dan bersoda benar-benar dibatasi. Apalagi jika kita memiliki masalah pencernaan dan gangguan metabolisme, menghindarinya akan lebih bermanfaat untuk kesehatan badan.


Bunda suka dengan rebusan rimpang? Tak masalah, paduan rimpang, infuse water, jus buah dan sayur akan memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral yang sedikit berkurang saat kita berpuasa selama sebulan lamanya. Rimpang dapat kita nikmati untuk mengawali hari, sedangkan infuse water, jus buah dan sayur serta air mineral tanpa rasa dapat kita nikmati seharian, lalu kita tutup kembali hari dengan rimpang menjelang tidur malam.


Olah raga


Jadi, Bunda, sekalipun berpuasa kita tetap harus bergerak, tidak ada alasan untuk malas berolah raga. Dan, sesederhana apapun olah raga pasti memberikan efek positif bagi kesehatan. Setidaknya untuk membakar sedikit lemak berlebih yang bersarang di tubuh kita. Seperti apa olah raga yang dianjurkan selama menjalani puasa dan menjemput lebaran?

Pertama adalah olah raga untuk latihan kardio, ini bisa dilakukan dengan jogging di halaman rumah. Atau biar lebih menyenangkan sambil ngabuburit menunggu waktu berbuka, kita bisa bersepeda di sekitar perumahan. Tidak perlu jauh-jauh ya Mom’s, 30 menit sudah sangat cukup kok.


Kedua adalah olah raga untuk latihan beban, ini juga mudah banget Mom’s dan tidak butuh alat. Misalnya dengan push up, sit up, back up dan jumping jack.


Dan yang terakhir ini pasti bikin ‘beer’ kita semua, ya berenang. Olah raga yang menyenangkan ini tidak hanya menyehatkan dan menyegarkan, tetapi juga bisa membuat otot tubuh rileks sehingga membuat tidur menjadi lebih nyenyak. Tapi hati-hati berenang saat puasa ya Bunda, jangan sampai batal gegara air kolam masuk ke dalam lambung kita.

Bagaimana, semangat mencoba ‘kan Bunda?


Istirahat yang cukup


Pola makan yang baik dan olah raga yang teratur tidak cukup menjaga badan tetap sehat jika kualitas tidur tidak terjaga. Dan biasanya, pada saat lebaran istirahat menjadi sedikit terabaikan karena rasa bahagia dapat bercengkrama bersama sanak saudara. Sekalipun kita bercengkrama via media seperti smartphone, tetap saja dapat menguras waktu hingga lupa istirahat saking fokusnya.


Nah Bunda, kita harus pandai menyiasati waktu sekejap di saat siang untuk lelap di tengah segudang rencana silaturahmi online yang kita buat agar badan kita tetap sehat. Usahakan istirahat kita tetap terjaga minimal 6-8 jam, ya Bunda.


Konsumsi Prebiotik


Jangan lupa mengkonsumsi prebiotic saat lebaran karena ini akan membantu memelihara bakteri baik di pencernaan kita. Prebiotik bisa menjaga kesehatan pencernaan, hingga dapat mencegah kanker tertentu. Prebiotik ini bisa kita dapatkan pada bawang merah, bawang putih, yougurt, almond, sarikaya, pisang, apel, bengkuang, tempe, acar dan masih banyak lagi.


Jadi kita bisa berkreasi dengan membuat salad buah dan sayur sendiri.


Tidak Hanya Orang Lain, Lebaran ini Juga Momen untuk Memaafkan Diri


Tak jarang hasil melenceng dari rencana. Niatnya hanya mengkonsumsi yang sehat-sehat dan dengan cara yang benar saja. Faktanya, saat mata sudah dihadapkan dengan hidangan yang menggugah selera akhirnya lidah tak dapat dijaga. Hasilnya, entah sudah berapa banyak makanan tak sehat masuk ke dalam perut kita.


Biasanya nih ya, saat sendiri tetiba kita akan sangat menyesali perbuatan menyimpang yang tak sesuai rencana tadi. Kemudian kita akan merutuki dan benar-benar kecewa pada diri sendiri, hingga muncul perasaan bersalah yang tak pergi-pergi. Nah, ini juga tak kalah bahaya. Perasaan bersalah yang tak segera termaafkan itu justru akan menjadi racun lain bagi tubuh kita. Alih-alih tak sehat karena khilaf, ini justru menderita karena rasa bersalah.


Menurut American Psychiatic Association, rasa bersalah yang berlebihan dapat dikategorikan sebagai salah satu tanda depresi. Kondisi ini justru dapat menyebabkan daya tahan tubuh kita melemah, sehingga tubuh akan lebih mudah terjangkit suatu penyakit.

Jadi Bunda, kita harus memaafkan diri sendiri saat melakukan kesalahan dalam mengkonsumsi makanan yang tidak sehat. Kita harus bertobat dan berjanji bahwa kita hanya mengkonsumsi makanan tidak sehat di hari itu saja. Selebihnya, ayo kita berbahagia apapun keadaannya.


Penulis: Ami Furqon

12 views0 comments

Recent Posts

See All

Bersama Menjawab Tantangan

Era digital ditandai dengan konversi dari sistem kerja serba manual menjadi berteknologi digital. Dalam hal ini tidak hanya elektronisasi, tetapi juga dukungan jaringan komunikasi antar komputer yang