Belajar Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng di Hari Dongeng Nasional


Hari ini adalah hari kelahiran Pak Raden yang sejak tahun 2015 dijadikan Hari Dongeng Nasional oleh Mendikbud.

Tentunya kita sudah mengenal siapa itu Pak Raden. Seniman yang bernama lengkap Raden Soejadi ini merupakan lulusan Seni Rupa ITB Beliau meneruskan belajar animasi hingga Perancis. Kemudian pada tahun 1980an menciptakan karakter Unyil, Usro, Ucrit, Pak Ogah dan Pak Raden sendiri agar terdapat acara mendidik untuk anak-anak Indonesia. Atas dedikasinya itulah hari kelahirannya dijadikan sebagai Hari Dongeng Nasional.


Sumber gambar bbc.com


Di hari dongeng ini pula saya mendapatkan materi di Kelas Bunda Sayang batch #1 Meningkatkan Kreativitas Anak Melalui Dongeng. Fasilitator memandu kami untuk membuat dongeng berantai. Seru sekali! Meneruskan ide yang sudah dimulai orang lain, tak semudah membuat cerita sendiri. Tapi justru di sanalah tantangannya.

Setelah itu kami diminta membuat dongeng dari gambar yang dishare satu persatu. Awalnya Mbak Anis membagikan gambar lebah, kami diminta membuat cerita. Lalu gambar pohon, kamipun meneruskan ceritanya dan gambar terakhir yang sangat imajinatif. Saya sampai berkali-kali mencoba memahami pesan gambar tersebut.

Dan inilah dongeng yang saya buat dalam waktu singkat untuk menginterpretasikan ketiga gambar.






Libi Lebah Pemberani

Suatu hari Libi pergi ke taman bunga. Di tengah jalan dia melihat sebuah bangunan asing.

"Apa itu? Seperti istana pohon! Aku ingin tahu ada apa di dalamnya." Seru Libi. Rasa penasaran membuat dia tidak takut menyelidiki hal-hal baru di sekelilingnya.

Dengan mengendap-endap Libi masuk ke dalam istana pohon tersebut.

Libi terkejut, saat menemukan sesosok mahluk yang aneh menyerupai ikan sedang berbicara di depan layar besar.

"Bos! Aku sudah menyelidiki tempat ini. Taman bunga ini sangat indah. Dipenuhi bunga aster yang sedang mekar, dan hewan kecil seperti lebah dan kupu-kupu." Kata si mahluk aneh tersebut.

bersembunyi dibalik pintu. Dan menguping pembicaraan mahluk tersebut dengan ikan-ikan aneh di layar monitor yang dipanggil bos.

"Bagus! Cocok sekali untuk tempat tinggal kita. Aku akan segera mengubah taman bunga itu menjadi lautan dalam untuk tempat tinggal bangsa kita." Kata ikan aneh besar di layar monitor.

"Tentu saja Bos, dengan sekali memencet tombol ini. Pintu ajaib yang terhubung dengan planet kita akan segera terbuka. Air bah akan segera turun lalu bos dan bangsa kita bisa masuk masuk setelah itu. Hahahaha" Seru mahluk aneh di depan Libi.

"Apa? Ini tidak boleh dibiarkan! Aku harus melindungi taman bunga dan planet ini" Libi segera menyusun ide. Dia berusaha memperhatikan layar monitor dan tombol-tombol di sekelilingnya.

Dengan satu gerakan cepat Libi segera terbang menyengat kepala mahluk aneh itu sampai pingsan. Kemudian Libi memencet tombol merah besar.

Huissssh, tiba-tiba sebuah lubang hitam besar dari dari dalam tanah muncul, istana pohon itu tersedot ke dalamnya. Libi segera melarikan diri, berusaha terbang sejauh mungkin agar tidak tersedot lubang hitam besar itu. Tapi apa daya tenaganya habis karena menyengat si mahluk aneh tadi. Libi hampir tersedot ke dalam lubang hitam yang hampir menutup, jika saja tidak ada sulur pohon yang menjuntai ke arahnya. Libi memegangnya kuat-kuat, dan akhirnya dia selamat.

Istana pohon dan lubang hitam tersebut hilang tak meninggalkan jejak. Libi berhasil menyelamatkan taman bunga dan planet ini berkat keberaniannya.


***


Menurut Wikipedia dongeng merupakan bentuk sastra lama yang bercerita tentang suatu kejadian yang luar biasa yang penuh khayalan (fiksi) yang dianggap oleh masyarakat suatu hal yang tidak benar-benar terjadi.[1][2] Dongeng merupakan bentuk cerita tradisional atau cerita yang disampaikan secara turun-temurun dari nenek moyang.[3] Dongeng berfungsi untuk menyampaikan ajaran moral (mendidik), dan juga menghibur.[3]

Sedangkan menurut KBBI dongeng/do·ngeng/ /dongéng/ n 1 cerita yang tidak benar-benar terjadi (terutama tentang kejadian zaman dulu yang aneh-aneh): anak-anak gemar mendengarkan -- Seribu Satu Malam; 2 ki perkataan (berita dan sebagainya) yang bukan-bukan atau tidak benar: uraian yang panjang itu dianggapnya hanya -- belaka;

-- sasakala cerita zaman dahulu (seperti cerita para dewa);


Sejak kecil saya pencinta dongeng. Dongeng tentang 'Sakadang Kuya jeung Sakadang Monyet' (bahasa Sunda, yang artinya si Kura-kura dan si Monyet). Dongeng khas Tanah Sunda ini mempunyai banyak cerita, saya menghafal setiap ceritanya. Walaupun sudah hafal tetapi akan minta didongengi sebelum tidur oleh nenek. Dan diakhir cerita pasti ada kalimat penutup.

"Monyetna lumpat ka para, parana totos, parantos" (Bahasa Sunda, artinya lari ke langit-langit rumah, langitnya ambruk, sekian.)

Imajinasi saya saat kecil terasah salah satunya berkat sering mendengarkan dongeng. Pesan dongeng 'Sakadang Kuya jeung Monyet' seolah menjadi guideline hidup saya sewaktu kecil. Saya tidak mau seperti monyet yang suka mencuri, rakus dan menang sendiri. Saya mengidolakan tokoh kura-kura yang walaupun lambat tetapi banyak akal.

Semenjak menjadi ibu, saya berusaha konsisten membacakan buku cerita.

Saya menyukai dongeng dan cerita anak-anak. Saat ini sedang belajar menjadi penulis cerita anak. In Sya Allah awal tahun depan satu cerita saya akan diterbitkan tahun depan dalam Antologi Dongeng Nusantara.

Semoga bisa berkarya dan menyebarkan kebaikan melalui cerita anak.









Contact us

Email : info@ibuprofesional.com

​​

  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • instagram
  • YouTube Social  Icon
  • Google+ Social Icon

© 2018 by Ibu Profesional. www.ibuprofesional.com All right reserved