Contact us

Email : info@ibuprofesional.com

​​

  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • instagram
  • YouTube Social  Icon
  • Google+ Social Icon

© 2018 by Ibu Profesional. www.ibuprofesional.com All right reserved

Bermetamorfosis Proses Memantaskan Diri Melalui Bertanya



Newbie di kelas fasilitator perasaan senang dan bingung bercampur jadi satu. Selain harus pintar membagi waktu antara kegiatan online dan kegiatan offline sebagai bagian dari tim ini dan tim buku, membuat otak ini bekerja lebih ekstra mencari referensi - referensi yang dapat di gunakan untuk membuat camilan pendamping materi utama. Tantangannya terasa berbeda.


Saat berada di kelas tantangan yang dihadapi lebih kompleks. Saat menemani para peserta dari berbagai background pendidikan dan berbagai profesi membuat FoE dan FoR yang berbeda pula. Tantangan ini begitu terasa saat season diskusi yang benar - benar mengasah pikiran untuk men tictac peserta agar dapat menemukan jawaban atas pertanyaan mereka sendiri.


Berbagai diskusi di kelas enrichment dan kelas fasilitator merupakan bekal dalam menghadapi tantangan ini. Terutama saat topik tentang the power of question. Walaupun masih terasa bingung juga saat berdiskusi materi ini dikelas fasilitator akan tetapi saat diskusi di dalam kelas yang di fasilitasi secara tidak langsung bisa menerapkan the power of question ini. Belum sempurna memang dan masih harus berlatih serta melihat fasil senior saat memandu diskusi di kelas fasilitator cara ber tictac dengan baik

Beberapa kunci yang harus di pegang saat berdiskusi

  1. Bertanya dengan pertanyaan yang tepat

  2. Harus punya strategi bertanya agar tidak melenceng dari tujuan

  3. Buat pertanyaan yang dapat menimbulkan pemahaman atau pengetahuan baru

  4. Mencari pertanyaan yang bisa menciptakan AHA momentum

  5. Harus tahu kapan kita bertanya dan kapan harus menjawab pertanyaan peserta

  6. Menjaga ritme bertanya saat diskusi

Yang paling menarik disini adalah saat kita dituntut untuk berfikir kreatif saat berdiskusi. Bagaimana menciptakan kelas agar hidup dan merangsang para peserta agar bertanya dan menemukan jawaban untuk pertanyaan nya sendiri. Teori tentang bertanya pun mulai bermunculan yang terasa bagian hal baru sehingga memerlukan beberapa waktu untuk memahaminya.


Di kenalkan dengan Taksonomi Bloom, dimana pertanyaan  dibagi menjadi 3 level yakni level terendah (knowledge,comprehension), level menengah (application), level tertinggi (analisis, syntesis) dengan 6 tingkatan, yaitu :

  1. Knowledge/pengetahuan. Di tingkat ini yang diperlukan adalah jawaban dengan penalaran terendah. Bertanya tentang fakta, kejadian, definisi atau mengingat kembali. Contoh : apa?siapa?dimana?

  2. Comprehension/pemahaman. Pada tahap ini jawaban yang diminta adalah jawaban yang menunjukkan sudah faham atau mengerti. Contoh : bedakanlah, bandingkan,terangkan.

  3. Application/penerapan. Di tahap ini di minta agar dapat menentukan suatu jawaban yang benar terhadap suatu masalah. Contoh: carilah hubungan, tunjukanlah, gunakanlah

  4. Analisis. Berpikir yang lebih tinggi (mendalam, kritis, menciptakan sesuatu, mampu mengurai sebab akibat, motif-motif, mengadakan deduksi dari kesimpulan umum/hukum/teori.Contoh kata tanyanya:Analisislah.. kemukaakan bukti.. mengapa?

  5. Syntesis, adalah pertanyaan yang menuntut proses berpikir orisinil dan kreatif. Contoh pertanyaan : meminta mengadakan prediksi/ramalan, menuntut pemecahan masalah

  6. Evaluasi adalah pertanyaan yang menuntut proses berpikir paling tinggi. Contoh pertanyaan : meminta suatu cara pemecahan masalah, meminta untuk memberikan pendapat terhadap suatu Persoalan.



Mengutip kata - kata mbak Nesri Baidani saat berdiskusi " bertanya merupakan sebuah `alat`", sehingga menguasai ilmu tentang bertanya merupakan sebuah kewajiban saat memfasilitasi peserta berdiskusi di dalam kelas. Materi Level 1 berkomunikasi secara produktif, penerapannya pun harus terlihat saat berdiskusi di dalam kelas. Selain itu saat berdiskusi diperlukan komitmen dan menaati kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya di dalam kelas.



Memfasilitasi bukan hal mudah tetapi dengan semangat untuk selalu memantaskan diri dengan cara meng _upgrade diri melalui berbagai ilmu dan pengetahuan tentunya akan mempermudah kita dalam menghadapi tantangan.



Referensi :

1. Diskusi Kulwap The Power Of Question bersama Nesri Baidani, November 2017

2. Diskusi WAG Materi Review Materi Kreativitas Kelas Bunsay Bact#1 MR.Jatsela, November 2017

69 views1 comment